Teknologi hingga kini makin berkembang, maka dari itu sangatlah
mudah untuk mempengaruhi kesenjangan sosial baik masyarakat yang kaya atau miskin, yang
berkuasa atau tidak berkuasa dalam berpartisipasi dan
berinteraksi. Di sinilah internet, teknologi komunikasi dan informasi lain secara langsung berperan dalam meningkatkan
sumber daya manusia dengan cara memberi
akses yang lebih baik untuk pendidikan dan pelatihan. Salah satu
cara memberi akses misalnya, dengan adopsi kita bisa mencari dan menyebarluaskan informasi serta berkomunikasi dengan
orang lain. Sebagai
media baru yang ampuh,
internet sangat membantu dalam
berpartai, berorganisasi, berkampanye dan berkelompok yang memberikan akses kepada masyarakat dan
membantu dengan
segala fasilitasnya
serta berbagai macam kemudahan yang ada di dalamnya walaupun terkadang muncullah sifat negatif. Contohnya Amerika, Amerika adalah negara di mana
perempuan cenderung lebih sering menggunakan media online untuk mengakses
internet daripada laki-laki.
Munculnya
teknologi komunikasi baru berdasarkan bukti tentang interaksi dan ikatan
sosial adalah sejak
pertama diterapkannya interaksi dengan
kepribadian dimediasi, menelpon
acara-acara radio dalam kelompok diskusi yang tidak menganggap bahwa
hubungan dimediasi yang sekilas, impersonal atau menipu
dan yang kedua muncul
sebuah kekhawatiran
tentang kedangkalan yang terkait dengan hubungan online
dan media baru
yang mungkin lebih baik untuk mengubah sifat dan karakter ikatan sosial. Media massa juga mempunyai beberapa kemampuan untuk menciptakan kekuatan
anggota masyarakat dan memperkuat beberapa jenis peran, status dan jaringan
sosial yang dapat mengurangi
vitalitas dan integrasi masyarakat fisik. Hingga kini, komunitas
virtual di dalam
internet bisa menjadi gerakan dalam kontra
hegemoni secara sosial atau politik untuk menemukan simpati orang lain yang bisa berbicara
dengan bebas.
Shapiro dan Leone menyebutkan enam fitur
internet yang bisa meningkatkan kontrol individu, enam diantaranya adalah banyaknya kegiatan, konten yang membuat komunikasi
menjadi lebih fleksibel, desain
internet sebagai pendistribusian,
interoperabilitas
internet yang bisa terhubung
ke seluruh jaringan tanpa adanya hambatan,
kapasitas
broadband dan akses universal.
Perspektif optimis
semakin ke sini semakin melihat bagaimana internet bisa disebut sebagai media
untuk berinteraksi sosial. Rice mengatakan bahwa ‘sosial’
adalah perekat yang sangat penting dalam
aspek
orientasi tugas dari CMC dan kasus. Pekerjaan ini dilengkapi dengan penelitian
tentang fungsi daftar diskusi, media
dan kelompok baru, kesehatan dan
dukungan psikologis kelompok
dan
layanan online yang semuanya berdasarkan
tugas
orientasi. Dalam satu dekade penelitian
Baym mengungkapkan bahwa
cara dimana sebagian orang
telah mengambil jaringan komersial.
Hamman
(1999) dalam studi etnografinya menyimpulkan bahwa
komunikasi internet melengkapi hubungan dunia nyata, serta Wellman dan Gulia
(1999) meninjau komunitas internet.
Survei yang dilakukan oleh Parks dan
rekannya telah menemukan
bukti hubungan online yang sangat
dekat dan berkembang dengan baik yang sering menimbulkan interaksi dunia nyata
meski frekuensi dan durasi hubungan online tidak bertahan lama dan melibatkan isu yang
melampaui komunitas internet. Ketidakmampuan seseorang untuk menemukan
konten online dalam penggunaan
internet adalah hambatan dalam penggunaan internet.
Ada empat macam kendala yang mempengaruhi penggunan
media baru menurut Van Dijk (1999) yaitu (1) orang, terutama
orang tua yang diintimidasi oleh teknologi baru (2) akses yang tidak sulit untuk
komputer atau jaringan (3)
pengguna kurang ramah dan tidak menarik dan (4) kurangnya kesempatan penggunaan
yang signifikan. Kendala
dari sistem politik inilah yang akan
membatasi
kemungkinan Internet dalam perubahan
politik.
Kayani dan Yelsma
berpendapat bahwa kedua dimensi yaitu
sosial
dan teknologi bisa
menambahkan elemen baru seperti
media online yang mempengaruhi
organisasi peran, hubungan dan fungsi. Reagan melaporkan bahwa remaja yang menggunakan internet cenderung
menggunakan radio, surat kabar, TV lokal dan jaringan. Ada sebuah bukti bahwa world wide
web (www) dapat berpengaruh dalam
interaksi pribadi, bahkan interaksi pra sosial yang bisa berubah lebih besar untuk steaming
video dan internet. Lain halnya
dengan Tapscott, beliau membahas generasi yang
tumbuh dengan internet
dan
mampu berkomunikasi melalui e-mail, mampu
mengembangkan
halaman web dan berbisnis.
Beliau mengatakan
bahwa remaja kini memanfaatkan
internet hanyalah untuk
bermain, mengeksplorasi dunia mereka, mencoba identitas yang berbeda,
mengekspresikan diri mereka melalui web pribadi, serta memperbaiki hubungan dengan teman
dan keluarga untuk bisa
bersosialisasi selanjutnya. Dengan kita
berkomunikasi melalui internet, kita dapat bereksperimen tentang
identitas dan kualitas seseorang yang didominasi
oleh penipuan dan manipulasi.
Sejak
pertama kali menggunakan internet, maka tidak akan ada pengaruh dari jumlah
penggunaan internet. Khususnya saat Harcourt mempertimbangkan
cara bagaimana internet
dapat digunakan untuk mendukung sistem
pemberdayaan
perempuan di negara-negara berkembang untuk menjembatani budaya, baik lokal
maupun global serta
mengkoordinasikan isu-isu perempuan di konferensi internasional
dan kelompok kerja.
Hill
dan Hughes pun menunjukkan bahwa orang yang memiliki kesempatan
untuk membangun persahabatan bukan
berarti mereka tidak ramah. Odzer khususnya, beliau berpendapat bahwa interaksi yang terjadi di dalam lingkungan virtual dan
lingkungan fantasi, hubungan
psikologis dan hubungan emosional
yang nyata dalam
pengalaman dan konsekuensi. Beliau menempatkan
erotisme dan sebagainya secara
online sebagai bentuk yang disahkan dari hubungan emosional
dan pertumbuhan diri.
Levy (1997) mengatakan bahwa sebuah transformasi yang tidak hanya dari
ekonomi bahkan
ke ekonomi informasi ini akan memberi
pengaruh besar terhadap aspek pertambahan nilai dan eksternalitas
jaringan positif dan jejaring sosial
yang tidak bisa
ditangkap, diproses dan diproduksi oleh
khalayak banyak.
Lantas, Johnson pun
akhirnya membuat klaim yang menyamakan bagaimana munculnya hardware,
software dan pola penggunaan dengan pengembangan literasi. Nah, salah satu cara yang harus beliau lakukan adalah menolak dikotomi
antara teknologi dan seni sehingga dapat mempertimbangkan suatu artefak sebagai contoh teknologi dan seni yang ada. Over
personalisasi, disintermediasi
dan bahaya mengandalkan solusi untuk masalah privasi ini disebabkan karena penggunaan internet yang
ceroboh loh, maka dari itu berhati-hatilah dalam menggunakan situs web atau internet
ya teman-teman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar