Jumat, 28 Maret 2014

Perspektif di Internet Gunakan: Akses, Keterlibatan dan Interaksi



Teknologi hingga kini makin berkembang, maka dari itu sangatlah mudah untuk mempengaruhi kesenjangan sosial baik masyarakat yang kaya atau miskin, yang berkuasa atau tidak berkuasa dalam berpartisipasi dan berinteraksi. Di sinilah internet, teknologi komunikasi dan informasi lain secara langsung berperan dalam meningkatkan sumber daya manusia dengan cara memberi akses yang lebih baik untuk pendidikan dan pelatihan. Salah satu cara memberi akses misalnya, dengan adopsi kita bisa mencari dan menyebarluaskan informasi serta berkomunikasi dengan orang lain. Sebagai media baru yang ampuh, internet sangat membantu dalam berpartai, berorganisasi, berkampanye dan berkelompok yang memberikan akses kepada masyarakat dan membantu dengan segala fasilitasnya serta berbagai macam kemudahan yang ada di dalamnya walaupun terkadang muncullah sifat negatif. Contohnya Amerika, Amerika adalah negara di mana perempuan cenderung lebih sering menggunakan media online untuk mengakses internet daripada laki-laki.
Munculnya teknologi komunikasi baru berdasarkan bukti tentang interaksi dan ikatan sosial adalah sejak pertama diterapkannya interaksi dengan kepribadian dimediasi, menelpon acara-acara radio dalam kelompok diskusi yang tidak menganggap bahwa hubungan dimediasi yang sekilas, impersonal atau menipu dan yang kedua muncul sebuah kekhawatiran tentang kedangkalan yang terkait dengan hubungan online dan media baru yang mungkin lebih baik untuk mengubah sifat dan karakter ikatan sosial. Media massa juga mempunyai beberapa kemampuan untuk menciptakan kekuatan anggota masyarakat dan memperkuat beberapa jenis peran, status dan jaringan sosial yang dapat mengurangi vitalitas dan integrasi masyarakat fisik. Hingga kini, komunitas virtual di dalam internet bisa menjadi gerakan dalam kontra hegemoni secara sosial atau politik untuk menemukan simpati orang lain yang bisa berbicara dengan bebas. Shapiro dan Leone menyebutkan enam fitur internet yang bisa meningkatkan kontrol individu, enam diantaranya adalah banyaknya kegiatan, konten yang membuat komunikasi menjadi lebih fleksibel, desain internet sebagai pendistribusian, interoperabilitas internet yang bisa terhubung ke seluruh jaringan tanpa adanya hambatan, kapasitas broadband dan akses universal.
Perspektif optimis semakin ke sini semakin melihat bagaimana internet bisa disebut sebagai media untuk berinteraksi sosial. Rice mengatakan bahwa ‘sosial’ adalah perekat yang sangat penting dalam aspek orientasi tugas dari CMC dan kasus. Pekerjaan ini dilengkapi dengan penelitian tentang fungsi daftar diskusi, media dan kelompok baru, kesehatan dan dukungan psikologis kelompok dan layanan online yang semuanya berdasarkan tugas orientasi. Dalam satu dekade penelitian Baym mengungkapkan bahwa cara dimana sebagian orang telah mengambil jaringan komersial. Hamman (1999) dalam studi etnografinya menyimpulkan bahwa komunikasi internet melengkapi hubungan dunia nyata, serta Wellman dan Gulia (1999) meninjau komunitas internet. Survei yang dilakukan oleh Parks dan rekannya telah menemukan bukti hubungan online yang sangat dekat dan berkembang dengan baik yang sering menimbulkan interaksi dunia nyata meski frekuensi dan durasi hubungan online tidak bertahan lama dan melibatkan isu yang melampaui komunitas internet. Ketidakmampuan seseorang untuk menemukan konten online dalam penggunaan internet adalah hambatan dalam penggunaan internet. Ada empat macam kendala yang mempengaruhi penggunan media baru menurut Van Dijk (1999) yaitu (1) orang, terutama orang tua yang diintimidasi oleh teknologi baru (2) akses yang tidak sulit untuk komputer atau jaringan (3) pengguna kurang ramah dan tidak menarik dan (4) kurangnya kesempatan penggunaan yang signifikan. Kendala dari sistem politik inilah yang akan membatasi kemungkinan Internet dalam perubahan politik.
Kayani dan Yelsma berpendapat bahwa kedua dimensi yaitu sosial dan teknologi bisa menambahkan elemen baru seperti media online yang mempengaruhi organisasi peran, hubungan dan fungsi. Reagan melaporkan bahwa remaja yang menggunakan internet cenderung menggunakan radio, surat kabar, TV lokal dan jaringan. Ada sebuah bukti bahwa world wide web (www) dapat berpengaruh dalam interaksi pribadi, bahkan interaksi pra sosial yang bisa berubah lebih besar untuk steaming video dan internet. Lain halnya dengan Tapscott, beliau membahas generasi yang tumbuh dengan internet dan mampu berkomunikasi melalui e-mail, mampu mengembangkan halaman web dan berbisnis. Beliau mengatakan bahwa remaja kini memanfaatkan internet hanyalah untuk bermain, mengeksplorasi dunia mereka, mencoba identitas yang berbeda, mengekspresikan diri mereka melalui web pribadi, serta memperbaiki hubungan dengan teman dan keluarga untuk bisa bersosialisasi selanjutnya. Dengan kita berkomunikasi melalui internet, kita dapat bereksperimen tentang identitas dan kualitas seseorang yang didominasi oleh penipuan dan manipulasi.
Sejak pertama kali menggunakan internet, maka tidak akan ada pengaruh dari jumlah penggunaan internet. Khususnya saat Harcourt mempertimbangkan cara bagaimana internet dapat digunakan untuk mendukung sistem pemberdayaan perempuan di negara-negara berkembang untuk menjembatani budaya, baik lokal maupun global serta mengkoordinasikan isu-isu perempuan di konferensi internasional dan kelompok kerja. Hill dan Hughes pun menunjukkan bahwa orang yang memiliki kesempatan untuk membangun persahabatan bukan berarti mereka tidak ramah. Odzer khususnya, beliau berpendapat bahwa interaksi yang terjadi di dalam lingkungan virtual dan lingkungan fantasi, hubungan psikologis dan hubungan emosional yang nyata dalam pengalaman dan konsekuensi. Beliau menempatkan erotisme dan sebagainya secara online sebagai bentuk yang disahkan dari hubungan emosional dan pertumbuhan diri.
Levy (1997) mengatakan bahwa sebuah transformasi yang tidak hanya dari ekonomi bahkan ke ekonomi informasi ini akan memberi pengaruh besar terhadap aspek pertambahan nilai dan eksternalitas jaringan positif dan jejaring sosial yang tidak bisa ditangkap, diproses dan diproduksi oleh khalayak banyak. Lantas, Johnson pun akhirnya membuat klaim yang menyamakan bagaimana munculnya hardware, software dan pola penggunaan dengan pengembangan literasi. Nah, salah satu cara yang harus beliau lakukan adalah menolak dikotomi antara teknologi dan seni sehingga dapat mempertimbangkan suatu artefak sebagai contoh teknologi dan seni yang ada. Over personalisasi, disintermediasi dan bahaya mengandalkan solusi untuk masalah privasi ini disebabkan karena penggunaan internet yang ceroboh loh, maka dari itu berhati-hatilah dalam menggunakan situs web atau internet ya teman-teman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar