Dalam era globalisasi seperti sekarang
ini ada media baru yang paling menarik yaitu adanya kemungkinan regenerasi
masyarakat melalui bentuk komunikasi yang dimediasi. Munculnya komunitas
virtual mengenalkan pada komunitas radio dan televisi di Internet. Keoptimisan
dan kepesimisan adalah dampak dari media baru yang berpengaruh terhadap
masyarakat maka dari itu setiap generasi sudah pasti diwakili oleh pakar media
yang memiliki peranan penting. Karakteristik media baru menurut McQuail
berfungsi sebagai penggambaran yang berguna untuk menyarankan dan melibatkan
desentralisasi saluran, peningkatan kapasitas untuk kepindahan pesan berkat
satelit, kabel, dan jaringan komputer dalam peningkatan pilihan yang tersedia
untuk audiens. Berbeda dengan Janowitz (1952), Janowitz mengatakan akan mengambil
pendekatan yang berbeda dengan topik masyarakat dan medianya, serta memperhatikan
penggunaan surat kabar dalam negeri. Hal ini diketahui oleh Stamm (1985)
tentang penggunaan surat kabar dan hubungan masyarakat sebagai salah satu
konsekuensi dari masyarakat yang menggunakan media.
Akhir tahun 1960 dan pada awal tahun
1970 muncul dorongan baru untuk dikembangkan dengan inisiatif warga masyarakat sebagai
teknologi komunikasi. Dimediasi komunikasi diciptakan berbagai macam bentuk,
antara lain media elektronik seperti radio dan televisi, media cetak seperti
koran dan majalah serta inisiatif jaringan elektronik yang merangkul
karakteristik tradisional media cetak dan elektronik. Prehn (1992) menilai bahwa
penggagas media komunitas yang mengekspresikan diri secara berlebihan melalui
media ini akanmempengaruhi produksi pemrograman yang akan menyebabkan
pembentukan struktur organisasinya bertentangan dengan tujuan asli. Belanda para
peneliti ini meneliti yang menyarankan kontribusi media masyarakat untuk melakukan
proses pembangunan masyarakat bekerja dengan baik dan media komunitas juga bisa
membuat hal-hal yang lebih baik. Inisiasi OURMedia meningkatkan kepedulian
dengan media komunitas yang bisa diperoleh kembali dengan minat. Inventaris
yang diambil Hillery (1955) adalah pengumpulan 94 definisi yang berbeda dari
konsep dan masyarakatpun memperoleh kehidupan baru sejak pendiskusian mengenai bentuk
komunitas virtual. Diskusi komunitas Tonenies (1887/1957) ada dua macam
formulasi yaitu Gemeinschaft dan Gesellschaft. Gemeinschaft sebagai komunitas
yang mengacu pada hubungan intim, abadi dan didasarkan pada pemahaman tentang perpartisipasian
setiap orang dalam masyarakat dan Gesellschaft sebagai komunitas yang mengacu
pada skala besar, impersonal, calculative dan kontrak hubungan selama periode
industrialisasi.
Komunitas virtual tidak seperti beberapa
definisi komunitas yang sebelumnya karena menekankan sifat kedinamisan didalam
konsepnya sebagai masyarakat yang berkembang (Fernback, 1997). Dalam tugasnya, Rheingold
mempunyai tanggung jawab untuk membangkitkan minat dan kemauan dalam komunitas
virtual serta menjelaskan apa saja kegiatan yang ada dalam lingkungan virtual. Beliau
seringkali mendapat kritikan karena kesalahan yang beliau lakukan yaitu dalam pengambilan
sikap yang berlebihan. Apalagi permasalahan ini yaitu tentang ketegangan arus yaitu
suatu konsep yang dikenal sebagai komunitas virtual yang didefinisikan sebagai
hubungan sosial dunia maya dalam batas tertentu yang secara simbolis
digambarkan dengan topik menarik. Contoh fitur yang bermasalah yaitu fluiditas
dari perkumpulan individu yang mungkin memiliki komunitas itu. Fluiditas
memiliki konsekuensi untuk menstabilisasikan masyarakat virtual dalam kehidupan
nyata. Prinsip kebebasan berbicara, individualisme, kesetaraan dan keterbukaan
akses dikaitkan dengan komunitas virtual, klaim, dan minat. Disebutkan ada 4
karakteristik menurut Van Dijk yang akan dibandingkan dengan komunitas virtual yaitu
memiliki anggota, organisasi sosial, bahasa dan pola interaksi, serta budaya
dan identitas umum.
Tabel 2.1 Tipe
ideal dari organic dan komunitas maya
Karakteristik
|
Organik
|
Maya
|
Komposisi
dan aktivitas
Organisasi
sosial
Bahasa
dan Interaksi
Budaya
dan Identitas
|
Ikatan
kelompok (umur)
Beberapa
aktivitas
Terikat
pada waktu dan tempat
Verbal
dan nonverbal
Homogen
|
Keanggotaan
yang renggang
Aktifitas
khusus
Tidak
terikat waktu dan tempat
Heterogen
|
Van Dijk telah membahas studi tentang masyarakat
virtual yang bisa menggantikan komunitas organik dan memberikan kekuatan untuk
proses fragmentasi sosial serta individualisasi. Beliau mengatakan bahwa
komunitas organik tidak mampu menggantikan mereka. Pernyataan inipun berfungsi
sebagai hipotesis untuk menarik kesimpulan. Studi empiris ini diperlukan untuk
mendukung klaim yang belum dilakukan. Baym akan menilai bagaimana komunitas
online mempengaruhi komunitas offline dan selain memberi wawasan Baym akan menguraikan
model teoritis komunitas online. Lima fitur yang Baym katakan akan mempengaruhi
karakter komunitas online, lima fitur itu antara lain konteks eksternal,
sementara struktur, infrastruktur sistem, kelompok tujuan dan karakteristik
dari peserta.
Ada tiga macam bidang penelitian yang disediakan yaitu media-skala kecil elektronik, komunitas online berbasis fisik dan diskusi publik serta perdebatan di internet. Pakar media yaitu Mitchell mengeksplor bagaimana cara komunitas radio perempuan ini berfungsi sebagai alat pemberdayaan perempuan, tetapi Coleman sendiri memberikan analisis program radio telepon di republik Irlandia yang mempertimbangkan bagaimana caranya program ini memberikan kontribusi yang lebih baik antara kelompok yang berbeda dalam masyarakat. Adapun dua kategori komunitas virtual yaitu mereka yang memiliki hubungan berbeda dengan wilayah geografis dan orang-orang yang tidak memiliki hubungan.
Netville memberikan kesempatan untuk memperpanjang bidang studi terkait infrastruktur jaringan elektronik yang disertai layanan komunikasi. Dari survey ini telah ditemukan bahwa jaringan elektronik didukung oleh ikatan sosial yang didasarkan pada isu-isu sosial dan pribadi. Hampton dan Wellman (2000) melaporkan bahwa warga yang terhubung ke jaringan elektronik secara signifikan berbeda dengan warga yang tidak terhubung. Mereka bersugesti mungkin ini ada hubungannya dengan adanya jaringan elektronik terutama daftar e-mail. Tempat diskusi dan perdebatan publikpun menjadi fitur utama dari media komunitas. Sebuah penelitian ini menimbulkan keprihatinan tentang kontribusi berbasis internet untuk perdebatan publik. Metode penelitian pada satu dekade lalu adalah suatu gambaran dari metode kualitatif media komunitas. Studi yang bersangkutan dengan media baru dan masyarakat ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan kuantitatif ada dalam penyusunan tugas debat publik usenet newsgroup yang merupakan analisis kuantitatif dari seseorang yang sangat berperan penting di dalam penyusunan ini. Hampton (2001) menggunakan survei dan analisis jaringan dalam konteks studi lapangan sosiologis. Secara umum, minat dalam penelitian survei online saat ini banyak yang melakukan penyelidikan untuk dikonstruksikan sebagai studi kasus. Selain perkembangan dalam metode inilah kemajuan lainnya yang bisa dibuat dalam pertanyaan besar bagi masyarakat dan media.
Ada tiga macam bidang penelitian yang disediakan yaitu media-skala kecil elektronik, komunitas online berbasis fisik dan diskusi publik serta perdebatan di internet. Pakar media yaitu Mitchell mengeksplor bagaimana cara komunitas radio perempuan ini berfungsi sebagai alat pemberdayaan perempuan, tetapi Coleman sendiri memberikan analisis program radio telepon di republik Irlandia yang mempertimbangkan bagaimana caranya program ini memberikan kontribusi yang lebih baik antara kelompok yang berbeda dalam masyarakat. Adapun dua kategori komunitas virtual yaitu mereka yang memiliki hubungan berbeda dengan wilayah geografis dan orang-orang yang tidak memiliki hubungan.
Netville memberikan kesempatan untuk memperpanjang bidang studi terkait infrastruktur jaringan elektronik yang disertai layanan komunikasi. Dari survey ini telah ditemukan bahwa jaringan elektronik didukung oleh ikatan sosial yang didasarkan pada isu-isu sosial dan pribadi. Hampton dan Wellman (2000) melaporkan bahwa warga yang terhubung ke jaringan elektronik secara signifikan berbeda dengan warga yang tidak terhubung. Mereka bersugesti mungkin ini ada hubungannya dengan adanya jaringan elektronik terutama daftar e-mail. Tempat diskusi dan perdebatan publikpun menjadi fitur utama dari media komunitas. Sebuah penelitian ini menimbulkan keprihatinan tentang kontribusi berbasis internet untuk perdebatan publik. Metode penelitian pada satu dekade lalu adalah suatu gambaran dari metode kualitatif media komunitas. Studi yang bersangkutan dengan media baru dan masyarakat ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan kuantitatif ada dalam penyusunan tugas debat publik usenet newsgroup yang merupakan analisis kuantitatif dari seseorang yang sangat berperan penting di dalam penyusunan ini. Hampton (2001) menggunakan survei dan analisis jaringan dalam konteks studi lapangan sosiologis. Secara umum, minat dalam penelitian survei online saat ini banyak yang melakukan penyelidikan untuk dikonstruksikan sebagai studi kasus. Selain perkembangan dalam metode inilah kemajuan lainnya yang bisa dibuat dalam pertanyaan besar bagi masyarakat dan media.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar