Jumat, 21 Maret 2014

Teknologi Komunikasi: Media Baru dan Komunitas Virtual

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini ada media baru yang paling menarik yaitu adanya kemungkinan regenerasi masyarakat melalui bentuk komunikasi yang dimediasi. Munculnya komunitas virtual mengenalkan pada komunitas radio dan televisi di Internet. Keoptimisan dan kepesimisan adalah dampak dari media baru yang berpengaruh terhadap masyarakat maka dari itu setiap generasi sudah pasti diwakili oleh pakar media yang memiliki peranan penting. Karakteristik media baru menurut McQuail berfungsi sebagai penggambaran yang berguna untuk menyarankan dan melibatkan desentralisasi saluran, peningkatan kapasitas untuk kepindahan pesan berkat satelit, kabel, dan jaringan komputer dalam peningkatan pilihan yang tersedia untuk audiens. Berbeda dengan Janowitz (1952), Janowitz mengatakan akan mengambil pendekatan yang berbeda dengan topik masyarakat dan medianya, serta memperhatikan penggunaan surat kabar dalam negeri. Hal ini diketahui oleh Stamm (1985) tentang penggunaan surat kabar dan hubungan masyarakat sebagai salah satu konsekuensi dari masyarakat yang menggunakan media.
Akhir tahun 1960 dan pada awal tahun 1970 muncul dorongan baru untuk dikembangkan dengan inisiatif warga masyarakat sebagai teknologi komunikasi. Dimediasi komunikasi diciptakan berbagai macam bentuk, antara lain media elektronik seperti radio dan televisi, media cetak seperti koran dan majalah serta inisiatif jaringan elektronik yang merangkul karakteristik tradisional media cetak dan elektronik. Prehn (1992) menilai bahwa penggagas media komunitas yang mengekspresikan diri secara berlebihan melalui media ini akanmempengaruhi produksi pemrograman yang akan menyebabkan pembentukan struktur organisasinya bertentangan dengan tujuan asli. Belanda para peneliti ini meneliti yang menyarankan kontribusi media masyarakat untuk melakukan proses pembangunan masyarakat bekerja dengan baik dan media komunitas juga bisa membuat hal-hal yang lebih baik. Inisiasi OURMedia meningkatkan kepedulian dengan media komunitas yang bisa diperoleh kembali dengan minat. Inventaris yang diambil Hillery (1955) adalah pengumpulan 94 definisi yang berbeda dari konsep dan masyarakatpun memperoleh kehidupan baru sejak pendiskusian mengenai bentuk komunitas virtual. Diskusi komunitas Tonenies (1887/1957) ada dua macam formulasi yaitu Gemeinschaft dan Gesellschaft. Gemeinschaft sebagai komunitas yang mengacu pada hubungan intim, abadi dan didasarkan pada pemahaman tentang perpartisipasian setiap orang dalam masyarakat dan Gesellschaft sebagai komunitas yang mengacu pada skala besar, impersonal, calculative dan kontrak hubungan selama periode industrialisasi.
Komunitas virtual tidak seperti beberapa definisi komunitas yang sebelumnya karena menekankan sifat kedinamisan didalam konsepnya sebagai masyarakat yang berkembang (Fernback, 1997). Dalam tugasnya, Rheingold mempunyai tanggung jawab untuk membangkitkan minat dan kemauan dalam komunitas virtual serta menjelaskan apa saja kegiatan yang ada dalam lingkungan virtual. Beliau seringkali mendapat kritikan karena kesalahan yang beliau lakukan yaitu dalam pengambilan sikap yang berlebihan. Apalagi permasalahan ini yaitu tentang ketegangan arus yaitu suatu konsep yang dikenal sebagai komunitas virtual yang didefinisikan sebagai hubungan sosial dunia maya dalam batas tertentu yang secara simbolis digambarkan dengan topik menarik. Contoh fitur yang bermasalah yaitu fluiditas dari perkumpulan individu yang mungkin memiliki komunitas itu. Fluiditas memiliki konsekuensi untuk menstabilisasikan masyarakat virtual dalam kehidupan nyata. Prinsip kebebasan berbicara, individualisme, kesetaraan dan keterbukaan akses dikaitkan dengan komunitas virtual, klaim, dan minat. Disebutkan ada 4 karakteristik menurut Van Dijk yang akan dibandingkan dengan komunitas virtual yaitu memiliki anggota, organisasi sosial, bahasa dan pola interaksi, serta budaya dan identitas umum.

Tabel 2.1 Tipe ideal dari organic dan komunitas maya
Karakteristik
Organik
Maya
Komposisi dan aktivitas
Organisasi sosial
Bahasa dan Interaksi

Budaya dan Identitas
Ikatan kelompok (umur)
Beberapa aktivitas
Terikat pada waktu dan tempat
Verbal dan nonverbal
Homogen
Keanggotaan yang renggang
Aktifitas khusus
Tidak terikat waktu dan tempat

Heterogen

Van Dijk telah membahas studi tentang masyarakat virtual yang bisa menggantikan komunitas organik dan memberikan kekuatan untuk proses fragmentasi sosial serta individualisasi. Beliau mengatakan bahwa komunitas organik tidak mampu menggantikan mereka. Pernyataan inipun berfungsi sebagai hipotesis untuk menarik kesimpulan. Studi empiris ini diperlukan untuk mendukung klaim yang belum dilakukan. Baym akan menilai bagaimana komunitas online mempengaruhi komunitas offline dan selain memberi wawasan Baym akan menguraikan model teoritis komunitas online. Lima fitur yang Baym katakan akan mempengaruhi karakter komunitas online, lima fitur itu antara lain konteks eksternal, sementara struktur, infrastruktur sistem, kelompok tujuan dan karakteristik dari peserta.
         Ada tiga macam bidang penelitian yang disediakan yaitu media-skala kecil elektronik, komunitas online berbasis fisik dan diskusi publik serta perdebatan di internet. Pakar media yaitu Mitchell mengeksplor bagaimana cara komunitas radio perempuan ini berfungsi sebagai alat pemberdayaan perempuan, tetapi Coleman sendiri memberikan analisis program radio telepon di republik Irlandia yang mempertimbangkan bagaimana caranya program ini memberikan kontribusi yang lebih baik antara kelompok yang berbeda dalam masyarakat. Adapun dua kategori komunitas virtual yaitu mereka yang memiliki hubungan berbeda dengan wilayah geografis dan orang-orang yang tidak memiliki hubungan.
     Netville memberikan kesempatan untuk memperpanjang bidang studi terkait infrastruktur jaringan elektronik yang disertai layanan komunikasi. Dari survey ini telah ditemukan bahwa jaringan elektronik didukung oleh ikatan sosial yang didasarkan pada isu-isu sosial dan pribadi. Hampton dan Wellman (2000) melaporkan bahwa warga yang terhubung ke jaringan elektronik secara signifikan berbeda dengan warga yang tidak terhubung. Mereka bersugesti mungkin ini ada hubungannya dengan adanya jaringan elektronik terutama daftar e-mail. Tempat diskusi dan perdebatan publikpun menjadi fitur utama dari media komunitas. Sebuah penelitian ini menimbulkan keprihatinan tentang kontribusi berbasis internet untuk perdebatan publik. Metode penelitian pada satu dekade lalu adalah suatu gambaran dari metode kualitatif media komunitas. Studi yang bersangkutan dengan media baru dan masyarakat ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan kuantitatif ada dalam penyusunan tugas debat publik usenet newsgroup yang merupakan analisis kuantitatif dari seseorang yang sangat berperan penting di dalam penyusunan ini. Hampton (2001) menggunakan survei dan analisis jaringan dalam konteks studi lapangan sosiologis. Secara umum, minat dalam penelitian survei online saat ini banyak yang melakukan penyelidikan untuk dikonstruksikan sebagai studi kasus. Selain perkembangan dalam metode inilah kemajuan lainnya yang bisa dibuat dalam pertanyaan besar bagi masyarakat dan media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar