Jumat, 28 Maret 2014

Perspektif di Internet Gunakan: Akses, Keterlibatan dan Interaksi



Teknologi hingga kini makin berkembang, maka dari itu sangatlah mudah untuk mempengaruhi kesenjangan sosial baik masyarakat yang kaya atau miskin, yang berkuasa atau tidak berkuasa dalam berpartisipasi dan berinteraksi. Di sinilah internet, teknologi komunikasi dan informasi lain secara langsung berperan dalam meningkatkan sumber daya manusia dengan cara memberi akses yang lebih baik untuk pendidikan dan pelatihan. Salah satu cara memberi akses misalnya, dengan adopsi kita bisa mencari dan menyebarluaskan informasi serta berkomunikasi dengan orang lain. Sebagai media baru yang ampuh, internet sangat membantu dalam berpartai, berorganisasi, berkampanye dan berkelompok yang memberikan akses kepada masyarakat dan membantu dengan segala fasilitasnya serta berbagai macam kemudahan yang ada di dalamnya walaupun terkadang muncullah sifat negatif. Contohnya Amerika, Amerika adalah negara di mana perempuan cenderung lebih sering menggunakan media online untuk mengakses internet daripada laki-laki.
Munculnya teknologi komunikasi baru berdasarkan bukti tentang interaksi dan ikatan sosial adalah sejak pertama diterapkannya interaksi dengan kepribadian dimediasi, menelpon acara-acara radio dalam kelompok diskusi yang tidak menganggap bahwa hubungan dimediasi yang sekilas, impersonal atau menipu dan yang kedua muncul sebuah kekhawatiran tentang kedangkalan yang terkait dengan hubungan online dan media baru yang mungkin lebih baik untuk mengubah sifat dan karakter ikatan sosial. Media massa juga mempunyai beberapa kemampuan untuk menciptakan kekuatan anggota masyarakat dan memperkuat beberapa jenis peran, status dan jaringan sosial yang dapat mengurangi vitalitas dan integrasi masyarakat fisik. Hingga kini, komunitas virtual di dalam internet bisa menjadi gerakan dalam kontra hegemoni secara sosial atau politik untuk menemukan simpati orang lain yang bisa berbicara dengan bebas. Shapiro dan Leone menyebutkan enam fitur internet yang bisa meningkatkan kontrol individu, enam diantaranya adalah banyaknya kegiatan, konten yang membuat komunikasi menjadi lebih fleksibel, desain internet sebagai pendistribusian, interoperabilitas internet yang bisa terhubung ke seluruh jaringan tanpa adanya hambatan, kapasitas broadband dan akses universal.
Perspektif optimis semakin ke sini semakin melihat bagaimana internet bisa disebut sebagai media untuk berinteraksi sosial. Rice mengatakan bahwa ‘sosial’ adalah perekat yang sangat penting dalam aspek orientasi tugas dari CMC dan kasus. Pekerjaan ini dilengkapi dengan penelitian tentang fungsi daftar diskusi, media dan kelompok baru, kesehatan dan dukungan psikologis kelompok dan layanan online yang semuanya berdasarkan tugas orientasi. Dalam satu dekade penelitian Baym mengungkapkan bahwa cara dimana sebagian orang telah mengambil jaringan komersial. Hamman (1999) dalam studi etnografinya menyimpulkan bahwa komunikasi internet melengkapi hubungan dunia nyata, serta Wellman dan Gulia (1999) meninjau komunitas internet. Survei yang dilakukan oleh Parks dan rekannya telah menemukan bukti hubungan online yang sangat dekat dan berkembang dengan baik yang sering menimbulkan interaksi dunia nyata meski frekuensi dan durasi hubungan online tidak bertahan lama dan melibatkan isu yang melampaui komunitas internet. Ketidakmampuan seseorang untuk menemukan konten online dalam penggunaan internet adalah hambatan dalam penggunaan internet. Ada empat macam kendala yang mempengaruhi penggunan media baru menurut Van Dijk (1999) yaitu (1) orang, terutama orang tua yang diintimidasi oleh teknologi baru (2) akses yang tidak sulit untuk komputer atau jaringan (3) pengguna kurang ramah dan tidak menarik dan (4) kurangnya kesempatan penggunaan yang signifikan. Kendala dari sistem politik inilah yang akan membatasi kemungkinan Internet dalam perubahan politik.
Kayani dan Yelsma berpendapat bahwa kedua dimensi yaitu sosial dan teknologi bisa menambahkan elemen baru seperti media online yang mempengaruhi organisasi peran, hubungan dan fungsi. Reagan melaporkan bahwa remaja yang menggunakan internet cenderung menggunakan radio, surat kabar, TV lokal dan jaringan. Ada sebuah bukti bahwa world wide web (www) dapat berpengaruh dalam interaksi pribadi, bahkan interaksi pra sosial yang bisa berubah lebih besar untuk steaming video dan internet. Lain halnya dengan Tapscott, beliau membahas generasi yang tumbuh dengan internet dan mampu berkomunikasi melalui e-mail, mampu mengembangkan halaman web dan berbisnis. Beliau mengatakan bahwa remaja kini memanfaatkan internet hanyalah untuk bermain, mengeksplorasi dunia mereka, mencoba identitas yang berbeda, mengekspresikan diri mereka melalui web pribadi, serta memperbaiki hubungan dengan teman dan keluarga untuk bisa bersosialisasi selanjutnya. Dengan kita berkomunikasi melalui internet, kita dapat bereksperimen tentang identitas dan kualitas seseorang yang didominasi oleh penipuan dan manipulasi.
Sejak pertama kali menggunakan internet, maka tidak akan ada pengaruh dari jumlah penggunaan internet. Khususnya saat Harcourt mempertimbangkan cara bagaimana internet dapat digunakan untuk mendukung sistem pemberdayaan perempuan di negara-negara berkembang untuk menjembatani budaya, baik lokal maupun global serta mengkoordinasikan isu-isu perempuan di konferensi internasional dan kelompok kerja. Hill dan Hughes pun menunjukkan bahwa orang yang memiliki kesempatan untuk membangun persahabatan bukan berarti mereka tidak ramah. Odzer khususnya, beliau berpendapat bahwa interaksi yang terjadi di dalam lingkungan virtual dan lingkungan fantasi, hubungan psikologis dan hubungan emosional yang nyata dalam pengalaman dan konsekuensi. Beliau menempatkan erotisme dan sebagainya secara online sebagai bentuk yang disahkan dari hubungan emosional dan pertumbuhan diri.
Levy (1997) mengatakan bahwa sebuah transformasi yang tidak hanya dari ekonomi bahkan ke ekonomi informasi ini akan memberi pengaruh besar terhadap aspek pertambahan nilai dan eksternalitas jaringan positif dan jejaring sosial yang tidak bisa ditangkap, diproses dan diproduksi oleh khalayak banyak. Lantas, Johnson pun akhirnya membuat klaim yang menyamakan bagaimana munculnya hardware, software dan pola penggunaan dengan pengembangan literasi. Nah, salah satu cara yang harus beliau lakukan adalah menolak dikotomi antara teknologi dan seni sehingga dapat mempertimbangkan suatu artefak sebagai contoh teknologi dan seni yang ada. Over personalisasi, disintermediasi dan bahaya mengandalkan solusi untuk masalah privasi ini disebabkan karena penggunaan internet yang ceroboh loh, maka dari itu berhati-hatilah dalam menggunakan situs web atau internet ya teman-teman.

Jumat, 21 Maret 2014

Teknologi Komunikasi: Media Baru dan Komunitas Virtual

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini ada media baru yang paling menarik yaitu adanya kemungkinan regenerasi masyarakat melalui bentuk komunikasi yang dimediasi. Munculnya komunitas virtual mengenalkan pada komunitas radio dan televisi di Internet. Keoptimisan dan kepesimisan adalah dampak dari media baru yang berpengaruh terhadap masyarakat maka dari itu setiap generasi sudah pasti diwakili oleh pakar media yang memiliki peranan penting. Karakteristik media baru menurut McQuail berfungsi sebagai penggambaran yang berguna untuk menyarankan dan melibatkan desentralisasi saluran, peningkatan kapasitas untuk kepindahan pesan berkat satelit, kabel, dan jaringan komputer dalam peningkatan pilihan yang tersedia untuk audiens. Berbeda dengan Janowitz (1952), Janowitz mengatakan akan mengambil pendekatan yang berbeda dengan topik masyarakat dan medianya, serta memperhatikan penggunaan surat kabar dalam negeri. Hal ini diketahui oleh Stamm (1985) tentang penggunaan surat kabar dan hubungan masyarakat sebagai salah satu konsekuensi dari masyarakat yang menggunakan media.
Akhir tahun 1960 dan pada awal tahun 1970 muncul dorongan baru untuk dikembangkan dengan inisiatif warga masyarakat sebagai teknologi komunikasi. Dimediasi komunikasi diciptakan berbagai macam bentuk, antara lain media elektronik seperti radio dan televisi, media cetak seperti koran dan majalah serta inisiatif jaringan elektronik yang merangkul karakteristik tradisional media cetak dan elektronik. Prehn (1992) menilai bahwa penggagas media komunitas yang mengekspresikan diri secara berlebihan melalui media ini akanmempengaruhi produksi pemrograman yang akan menyebabkan pembentukan struktur organisasinya bertentangan dengan tujuan asli. Belanda para peneliti ini meneliti yang menyarankan kontribusi media masyarakat untuk melakukan proses pembangunan masyarakat bekerja dengan baik dan media komunitas juga bisa membuat hal-hal yang lebih baik. Inisiasi OURMedia meningkatkan kepedulian dengan media komunitas yang bisa diperoleh kembali dengan minat. Inventaris yang diambil Hillery (1955) adalah pengumpulan 94 definisi yang berbeda dari konsep dan masyarakatpun memperoleh kehidupan baru sejak pendiskusian mengenai bentuk komunitas virtual. Diskusi komunitas Tonenies (1887/1957) ada dua macam formulasi yaitu Gemeinschaft dan Gesellschaft. Gemeinschaft sebagai komunitas yang mengacu pada hubungan intim, abadi dan didasarkan pada pemahaman tentang perpartisipasian setiap orang dalam masyarakat dan Gesellschaft sebagai komunitas yang mengacu pada skala besar, impersonal, calculative dan kontrak hubungan selama periode industrialisasi.
Komunitas virtual tidak seperti beberapa definisi komunitas yang sebelumnya karena menekankan sifat kedinamisan didalam konsepnya sebagai masyarakat yang berkembang (Fernback, 1997). Dalam tugasnya, Rheingold mempunyai tanggung jawab untuk membangkitkan minat dan kemauan dalam komunitas virtual serta menjelaskan apa saja kegiatan yang ada dalam lingkungan virtual. Beliau seringkali mendapat kritikan karena kesalahan yang beliau lakukan yaitu dalam pengambilan sikap yang berlebihan. Apalagi permasalahan ini yaitu tentang ketegangan arus yaitu suatu konsep yang dikenal sebagai komunitas virtual yang didefinisikan sebagai hubungan sosial dunia maya dalam batas tertentu yang secara simbolis digambarkan dengan topik menarik. Contoh fitur yang bermasalah yaitu fluiditas dari perkumpulan individu yang mungkin memiliki komunitas itu. Fluiditas memiliki konsekuensi untuk menstabilisasikan masyarakat virtual dalam kehidupan nyata. Prinsip kebebasan berbicara, individualisme, kesetaraan dan keterbukaan akses dikaitkan dengan komunitas virtual, klaim, dan minat. Disebutkan ada 4 karakteristik menurut Van Dijk yang akan dibandingkan dengan komunitas virtual yaitu memiliki anggota, organisasi sosial, bahasa dan pola interaksi, serta budaya dan identitas umum.

Tabel 2.1 Tipe ideal dari organic dan komunitas maya
Karakteristik
Organik
Maya
Komposisi dan aktivitas
Organisasi sosial
Bahasa dan Interaksi

Budaya dan Identitas
Ikatan kelompok (umur)
Beberapa aktivitas
Terikat pada waktu dan tempat
Verbal dan nonverbal
Homogen
Keanggotaan yang renggang
Aktifitas khusus
Tidak terikat waktu dan tempat

Heterogen

Van Dijk telah membahas studi tentang masyarakat virtual yang bisa menggantikan komunitas organik dan memberikan kekuatan untuk proses fragmentasi sosial serta individualisasi. Beliau mengatakan bahwa komunitas organik tidak mampu menggantikan mereka. Pernyataan inipun berfungsi sebagai hipotesis untuk menarik kesimpulan. Studi empiris ini diperlukan untuk mendukung klaim yang belum dilakukan. Baym akan menilai bagaimana komunitas online mempengaruhi komunitas offline dan selain memberi wawasan Baym akan menguraikan model teoritis komunitas online. Lima fitur yang Baym katakan akan mempengaruhi karakter komunitas online, lima fitur itu antara lain konteks eksternal, sementara struktur, infrastruktur sistem, kelompok tujuan dan karakteristik dari peserta.
         Ada tiga macam bidang penelitian yang disediakan yaitu media-skala kecil elektronik, komunitas online berbasis fisik dan diskusi publik serta perdebatan di internet. Pakar media yaitu Mitchell mengeksplor bagaimana cara komunitas radio perempuan ini berfungsi sebagai alat pemberdayaan perempuan, tetapi Coleman sendiri memberikan analisis program radio telepon di republik Irlandia yang mempertimbangkan bagaimana caranya program ini memberikan kontribusi yang lebih baik antara kelompok yang berbeda dalam masyarakat. Adapun dua kategori komunitas virtual yaitu mereka yang memiliki hubungan berbeda dengan wilayah geografis dan orang-orang yang tidak memiliki hubungan.
     Netville memberikan kesempatan untuk memperpanjang bidang studi terkait infrastruktur jaringan elektronik yang disertai layanan komunikasi. Dari survey ini telah ditemukan bahwa jaringan elektronik didukung oleh ikatan sosial yang didasarkan pada isu-isu sosial dan pribadi. Hampton dan Wellman (2000) melaporkan bahwa warga yang terhubung ke jaringan elektronik secara signifikan berbeda dengan warga yang tidak terhubung. Mereka bersugesti mungkin ini ada hubungannya dengan adanya jaringan elektronik terutama daftar e-mail. Tempat diskusi dan perdebatan publikpun menjadi fitur utama dari media komunitas. Sebuah penelitian ini menimbulkan keprihatinan tentang kontribusi berbasis internet untuk perdebatan publik. Metode penelitian pada satu dekade lalu adalah suatu gambaran dari metode kualitatif media komunitas. Studi yang bersangkutan dengan media baru dan masyarakat ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan kuantitatif ada dalam penyusunan tugas debat publik usenet newsgroup yang merupakan analisis kuantitatif dari seseorang yang sangat berperan penting di dalam penyusunan ini. Hampton (2001) menggunakan survei dan analisis jaringan dalam konteks studi lapangan sosiologis. Secara umum, minat dalam penelitian survei online saat ini banyak yang melakukan penyelidikan untuk dikonstruksikan sebagai studi kasus. Selain perkembangan dalam metode inilah kemajuan lainnya yang bisa dibuat dalam pertanyaan besar bagi masyarakat dan media.

Rabu, 19 Maret 2014

teknokom


TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Chapter 2
Dyan Putri Utami (F1C012054)
Deslica Yuvinta S (F1C012063)
Maharrani Dwi K (F1C012075)

Menciptakan Masyarakat dengan Media: Sejarah, Teori dan Investigasi Ilmiah.
Dari semua janji-janji dan prognosis dibuat tentang media lama dan baru, mungkin yang paling menarik adanya kemungkinan regenerasi masyarakat melalui bentuk komunikasi yang dimediasi. Tema ini menemukan ekspresi selama pengembangan radio pada tahun 1920 dan 1930-an dan kemudian dengan televisi pada 1950-an. Itu sangat menonjol selama pengenalan komunitas radio dan televisi di tahun 1970-an, itu telah mencapai proporsi yang luar biasa dengan munculnya lebih baru dari komunitas virtual di layanan berbasis Internet. Bab ini menelusuri hubungan antara media (baru) dan masyarakat. Bagian pertama dari tiga periode sejarah ketika hubungan antara masyarakat dan media menjadi bahasan sentral. Sebuah deskripsi singkat dari media baru juga disediakan di sini. Yang kedua membahas transformasi konsep masyarakat dari awal studi sosiologis lokalitas-berorientasi yang dilakukan dari pemeriksaan multidisiplin fasilitas komunikasi berbasis internet di mana tempat geografisnya tidak ada. Bagian ketiga memberikan ilustrasi dari tiga jenis studi terkait masyarakat dan media: media elektronik skala kecil, jaringan informasi masyarakat, dan diskusi publik dan debat melalui jaringan elektronic. Bagian keempat dan terakhir meneliti pendekatan metodologis utama dan menunjukkan kontur agenda penelitian berorientasi pada eksplorasi lebih lanjut dari antarmuka antara masyarakat dan media baru.
Masyarakat dan Media: Sebuah Urusan yang sedang berlangsung
Banyaknya klaim, optimis dan pesimis, telah dibuat mengenai apa dampak media dan Internet merupakan media yang paling baru terhadap masyarakat pada umumnya dan masyarakat pada khususnya. Tampaknya seolah-olah setiap generasi sudah diwakili oleh pakar pada media mungkin memiliki kontribusi pada kondisi manusia. Selama Zaman Keemasan dari radio, misalnya, media yang berjanji untuk membawa budaya ke dalam ruang yang sangat hidup, kemudian, televisi ditakdirkan untuk mengubah pendidikan. Kedua media tersebut sama-sama takut sebagai alat potentional untuk propaganda politik, televisi dan film, apalagi, diduga mampu merusak tatanan masyarakat, deformasi pikiran muda dan merendahkan warisan budaya. Sebagian besar klaim tersebut, pada awalnya, memiliki sedikit landasan dalam bukti, dan ketika studi sistematis dan ekstensif akhirnya dilakukan hasilnya adalah yang terbaik dan beragam.
Klaim serupa juga disertai pengenalan internet. Ini teknologi komunikasi baru, dikatakan, akan menghapus ketidaksetaraan dan kejahatan dalam masyarakat. Pendidikan akan meningkatkan dengan pesat, warga akan menjadi prihatin dan aktif, perdagangan, di bawah kepemimpinan dari co-pendiri Electronic Frontier Foundation, membayangkan Internet sebagai tidak kurang dari peristiwa teknologi paling transformasi sejak penangkapan kebakaran. Rheingold (1993,1993 b, 200) terkenal karena posisinya bahwa internet dapat membantu menemukan kembali atau menghidupkan kembali masyarakat. Dalam bukunya banyak dikutip The Virtual Community (dikutip, sekali lagi, kemudian dalam bab ini), dia mengisi suara kepercayaan umum bahwa hilangnya nilai-nilai masyarakat tradisional dapat kembali melalui komunikasi melalui Internet.
Klaim tersebut, seperti Fernack (1999) dan lain-lain telah mengamati, adalah ekspresi lebih polemik dari penilaian dipertimbangkan berdasarkan kerajaan mengkritik rekening seperti presentist dan tidak ilmiah dan historis kurang informasi. Sebagian besar klaim ini, mereka menunjukkan, gagal untuk mengakui kekhawatiran lama sosiolog mengenai dampak berbagai aspek modernisasi industrialisasi, urbanisasi, transportasi di masyarakat.
Bagian ini membahas khusus dan berkelanjutan hubungan antara komunikasi dan media di seluruh waktu. Perhatian utama diberikan kepada media baru, dan untuk alasan itu penting untuk tinggal, setidaknya sebentar, apa yang dimaksud dengan istilah itu. Pertama-tama, harus diakui bahwa corak baru adalah gagasan relatif berkaitan dengan waktu dan tempat. Apa yang baru hari ini dan besok tua, dan apa yang baru dalam satu konteks budaya mungkin tidak diketahui atau keluar Model seperti di negara lain. Fitur ini relativistik istilah telah mendorong beberapa sarjana untuk menyarankan pengenal lainnya: teknologi telematika, dan informasi dan komunikasi, adalah dua pesaing.
Fitur unik lainnya dari media baru juga telah ditangani, datang ke sesuatu yang puncaknya dalam rangkaian esai yang diterbitkan dalam edisi perdana New Media dan Masyarakat pada tahun 1999. Di sana, apa yang baru tentang media baru dianggap oleh sepuluh ulama komunikasi terkemuka. Meskipun dimengerti ada konsensus dicapai, menarik untuk dicatat bahwa banyak dari kebaruan ditujukan ada hubungannya dengan transformasi dalam cara-cara individu dapat berhubungan dengan media dan untuk menentukan tempat dan fungsi media ini dalam kehidupan sehari-hari mereka. Media baru ini, untuk gelar besar, fenomena konstruksi sosial dan sering menyimpang secara substansial dari maksud asli perancang.
Untuk tujuan bab ini, karakteristik media baru yang digariskan oleh McQuail berfungsi sebagai istilah penggambaran yang berguna . Media baru, ia menyarankan, umumnya melibatkan desentralisasi saluran untuk distribusi pesan, peningkatan kapasitas tersedia untuk kepindahan pesan berkat satelit, kabel, dan jaringan komputer peningkatan pilihan yang tersedia untuk audiens dalam keterlibatan proses komunikasi, seringkali yang melibatkan bentuk interaktif komunikasi dan peningkatan tingkat fleksibilitas untuk menentukan bentuk dan isi melalui digitalisasi pesan. Negroponte (1995) menganggap aspek terakhir ini fitur yang paling mendasar, dan digitalisasi baginya dasarnya berarti bahwa isi dari satu medium dapat dipertukarkan dengan yang lain.
Perkembangan biasanya berhubungan dengan media baru banyak dan mencakup teknologi seperti DVD dan CD-ROM, jaringan televisi kabel dan komputer, komunikasi dimediasi berbagai komputer (CMC) perkembangan seperti e-mail, newsgroup dan diskusi daftar, dan real time layanan obrolan ; layanan telepon seperti SMS dan MMS, dan layanan berita berbasis internet yang disediakan oleh surat kabar tradisional dan penyiaran. Banyak contoh-contoh ini adalah teknologi dalam substansi dan memiliki dengan sendirinya, tak ada hubungannya dengan proses komunikasi sebagai tertanam dalam sejarah, sosial atau personal konteks tertentu. Media baru , sebagaimana dimaksud dalam pasal ini , dilihat sebagai perkembangan komunikasi didasarkan dalam konteks tersebut. Untuk alasan ini , ada nilai dalam memeriksa hubungan media, baru untuk waktu dan tempat mereka , dengan kepedulian terhadap masyarakat . Meskipun argumen dapat dibuat bahwa pemeriksaan tersebut mungkin sah mulai sejauh penemuan Gutenberg tipe bergerak atau , lebih jauh lagi , perkembangan Mesir perkamen , preferensi diberikan kepada sketsa hubungan khusus antara masyarakat dan media jelas sejak awal 1900-an ketika studi masyarakat dikembangkan sebagai sebuah perusahaan akademik yang serius . Gelombang kedua dari studi yang bersangkutan dengan masyarakat dan mdia dapat ditelusuri ke akhir 1960-an dan 1970-an ketika media komunitas elektronik skala kecil muncul di tempat kejadian tersebut . Yang ketiga dan periode terakhir yang akan membuat sketsa adalah era Internet. Hanya beberapa highlights mencolok disebutkan di sini , ilustrasi lebih rinci dari studi yang bersangkutan dengan masyarakat dan media baru yang disediakan untuk bagian berikut .

Gelombang Pertama dari Masyarakat dan Studi Media
Sebuah upaya untuk menyelidiki hubungan yang mungkin antara media dan masyarakat terjadi di bawah naungan Chicago School di tahun 1920-an dan 1930-an. Secara khusus, Park (1922) tertarik pada peran pers masyarakat mengenai pembentukan identitas antara kelompok-kelompok imigran. Dalam sebuah studi berikutnya ia mengamati bahwa membaca koran lebih karakteristik di antara penduduk di kota-kota daripada di daerah pedesaan. Park juga menemukan bahwa berbagai jenis berita yang dibaca dalam kota daripada di negara ini: di kota pembaca memiliki lebih tertarik pada berita dari luar daerah dan dalam negeri pembaca lebih suka berita lokal. Merton (1949) menindaklanjuti perbedaan ini dalam studinya tentang Rovere dan mengidentifikasi dua kelompok warga: lokalitas dan kosmopolitan. Daerah yang berorientasi pada masyarakat setempat. terlibat dalam kegiatan sosial berbasis lokal dan terutama menghadiri untuk koran lokal sebagai sumber berita lokal. Kosmopolitan sebaliknya, memiliki orientasi yang lebih luas dan berbagai kegiatan sosial, dan dikonsumsi media dari luar wilayah. Merton telah menunjukkan, dengan kata lain, yang menggunakan media dan partisipasi masyarakat yang reflektions dari sifat-sifat individu. Janowitz (1952) mengambil pendekatan yang berbeda dengan topik masyarakat dan media, dan menekankan peran struktur komunitas dengan memperhatikan penggunaan surat kabar lokal. Seperti Park, Janowitz prihatin tentang peran surat kabar dalam mengintegrasikan individu ke dalam sebuah komunitas. Dia merasa koran lokal dapat memberikan kontribusi untuk konsensus dalam komunitas lokal dan ia meneliti peran keluarga, kohesi sosial dan partisipasi masyarakat di surat kabar komunitas pembaca. Janowitz menemukan bahwa integrasi masyarakat dan keterlibatan masyarakat terkait dengan perhatian yang lebih besar kepada surat kabar lokal.
Hal ini dan lainnya kontribusi untuk hubungan antara media dan masyarakat ditinjau oleh Stamm (1985) dalam studinya tentang penggunaan surat kabar dan hubungan masyarakat. Berdasarkan ulasan ini, Stamm mengembangkan model dimana hubungan masyarakat dapat dilihat sebagai salah satu anteseden atau konsekuensi dari masyarakat yang menggunakan media. Dia menyarankan individu dalam menempatkan dasinya, struktur dan proses yang terkait dengan indiviual itu pembaca surat kabar. Model Stamm menggambarkan surat kabar digunakan di seluruh waktu dan mendalilkan bahwa pada titik-titik yang berbeda di surat kabar komunitas waktu pembaca memberikan kontribusi untuk membangun hubungan masyarakat dan di lain waktu terjadi sebaliknya: hubungan masyarakat berkontribusi terhadap penggunaan surat kabar. Baris ini penelitian baru-baru ini telah diperpanjang oleh Westerik (2001) melalui konstruksi dan pengujian model kasual yang melibatkan ini dan variabel lainnya.
Gelombang Kedua: Community Media Elektronik
Dengan perkembangan teknologi rekaman video portabel dan sistem distribusi televisi kabel pada akhir tahun 1960 dan awal 1970-an , dorongan baru yang menarik untuk dikembangkan secara geografis didefinisikan serta kelompok spasial tersebar untuk menggunakan teknologi komunikasi ini untuk inisiatif dan tindakan masyarakat . Penggunaan alat-alat elektronik tersebut komunikasi dalam banyak hal perpanjangan teknologi cetak mesin stensil dan teknologi mesin cetak memperkenalkan satu dekade sebelumnya selama tahun 1960-an ketika budaya dan politik kontra kelompok mendirikan surat kabar mereka sendiri , yang dikenal sebagai pers bawah tanah atau alternatif .
Media dalam konteks ini juga diciptakan media komunitas dan istilah ini mengacu pada berbagai macam bentuk dimediasi komunikasi : media elektronik seperti radio dan televisi , media cetak seperti koran dan majalah , dan inisiatif jaringan elektronik kemudian merangkul karakteristik baik tradisional media cetak dan elektronik . Cara di mana televisi komunitas adalah mendefinisikan khas inisiatif skala kecil ini dibuat oleh orang-orang lokal yang berbeda dari staf stasiun profesional , dimaksudkan untuk bertanggung jawab atas ide-ide dan produksi program yang dihasilkan . Anggota masyarakat umumnya terlibat dalam semua fakta kegiatan stasiun dan menjalankan kontrol atas hari ke hari dan masalah kebijakan jangka panjang.
Media baru seperti radio dan televisi komunitas yang fokus penelitian di seluruh Eropa Barat dan Amerika Utara. Beberapa ulasan sketsa bagaimana kelompok dimanfaatkan media elektronik skala kecil tersebut untuk tujuan politik dan budaya. Studi Eropa suara ini rakyat, yang dilakukan selama tahun 1970 dan 1980, dikumpulkan dalam sebuah antologi mendokumentasikan perkembangan dan dampak. Dalam pengantar buku ini editor mengungkapkan afinitas mereka dengan tujuan maka media baru:
Kami dibawa oleh mimpi mengembangkan atau membangun kembali rasa kebersamaan dalam perumahan baru dan penuaan lingkungan, dan menerapkan ini media baru untuk tugas itu. Kadang-kadang media yang berorientasi masyarakat baru dimaksudkan untuk hanya menginformasikan audiens mereka kejadian. Kadang-kadang mereka pergi langkah lebih lanjut dan berusaha untuk memobilisasi warga dalam upaya untuk membawa perubahan dan perbaikan. Kadang-kadang tujuan emansipatoris yang tertanam dalam pemrograman stasiun.
Dalam penilaian tujuan tersebut, Prehn (1992) menunjukkan bahwa penggagas media komunitas yang sering berlebihan kebutuhan orang untuk mengekspresikan diri melalui media. Perhitungan ini sering meningkatkan kesulitan mempertahankan tingkat yang diperlukan produksi pemrograman untuk jadwal siaran didirikan. Dan masalah ini menyebabkan pembentukan struktur organisasi profesional bertentangan dengan tujuan-tujuan yang berorientasi masyarakat asli.
Warisan gelombang ini kegiatan yang berhubungan masyarakat dan media campuran. Tentu aspirasi tetap utuh, seperti yang akan ditunjukkan dalam bagian berikutnya, tetapi hasil dari banyak inisiatif untuk mencapai suara alternatif menjangkau khalayak yang dimaksudkan tidak jelas. Dalam penilaian secara keseluruhan percobaan nasional dengan media elektronik masyarakat di Belanda, para peneliti menyarankan bahwa kontribusi media masyarakat untuk proses pembangunan masyarakat bekerja terbaik dalam situasi di mana rasa masyarakat sudah mapan. Di daerah perumahan pendek pada modal sosial, tampaknya seolah-olah media komunitas dapat berbuat banyak untuk membuat hal-hal yang lebih baik.
Kepedulian dengan media komunitas di daerah-daerah memperoleh kembali minat dengan inisiasi OURMedia, sebuah kelompok yang terdiri dari kedua praktisi dan akademisi aktivis. Sejak pertemuan pertama pada tahun 2000, kelompok ini telah menjamur dalam ukuran dan ruang lingkup, setelah bertemu pertahun, baik di Utara dan Amerika Selatan. Website OurMedia merupakan sumber daya berharga untuk diperpanjang dan beasiswa terbaru. Sebagian besar pekerjaan oleh anggota kelompok ini telah terinspirasi oleh diskusi media warga, yang diprakarsai oleh Rodriguez (2001) dan media alternatif, diuraikan oleh Atton (1999).
Mengubah Formula Komunitas
Masyarakat telah disebut banyak hal. Nisbet (1966:47) menganggap salah satu yang fundamental dan luas adalah konsep sosiologi. Meskipun hal mendasar, sosiolog tidak berhasil dalam mencapai konsensus mengenai apa yang sebenarnya dimaksudkan dengan istilah. Dalam inventaris yang diambil selama masa kejayaan keprihatinan sosiologis, Hillery (1955) dikumpulkan 94 definisi yang berbeda dari konsep. Kebanyakan makna telah menyebabkan beberapa meragukan manfaatnya ilmiah. Dalam entri dalam kamus otoritatif Sosiologi, misalnya, penulis memperkenalkan konsep sebagai salah satu yang lebih sulit dipahami dan samar-samar dalam Sosiologi dan yang sekarang sebagian besar tanpa makna tertentu (Abercrombie et al.1994:75).
Masyarakat sebagai konsep-konsep populer telah terbukti sangat tahan terhadap serangan tersebut, namun, dan telah memperoleh kehidupan baru di pengajaran akademis sejak diskusi tentang berbagai bentuk komunitas virtual, diduga muncul di dunia maya. Telah tertangkap, sekali lagi, imajinasi kolektif, begitu banyak sehingga sebagian ulama internet meratapi penggunaan dan berlebihan dari masyarakat dalam pers populer dan ilmiah (Dyson, dikutip dalam Cherny, 1999:247). Hal ini aman untuk mengatakan bahwa konsep masyarakat sebagai pusat studi sekarang internet sebagai adalah selama tahun-tahun sebelumnya sosiologi. Perbedaan utama tampaknya menjadi pengalihan penekanan dari geografis tempat perasaan atau rasa secara kolektif.
Ini bagian dari jejak pembangunan dan perubahan formulasi utama masyarakat dari periode awal sosiologi melalui dekade Chicago School dan penelitian tindak lanjut berikutnya. Lebih baru reorientasi teoritis dan metodologis, dengan penekanan pada hubungan sosial, dianggap sesudahnya. Akhirnya, diskusi dan upaya untuk mendefinisikan masyarakat dalam konteks internet ditangani dengan beberapa panjang, dan baru formulasi komunitas dalam lingkungan ini yang disorot.
Awal Konseptual Sosiologis di Masyarakat
Diskusi komunitas dalam disiplin sosiologi sering dimulai dengan kontribusi dari Tonenies (1887/1957), terutama nya formulasi Gemeinschaft dan Gesellschaft. Gemeinschaft, biasanya diterjemahkan sebagai komunitas, mengacu pada hubungan yang intim, abadi dan didasarkan pada pemahaman yang jelas tentang dimana setiap orang berdiri dalam masyarakat (Bell dan Newby, 1972:24). Ditemukan dalam masyarakat pra-industri, hubungan ini terasa budaya homogen dan sangat dipengaruhi oleh lembaga-lembaga seperti Gereja dan keluarga. Inti dari Gemeinschaft melibatkan keterikatan sentimentil dengan Konvensi dan adat-istiadat tempat tercinta diabadikan dalam tradisi yang diturunkan oleh generasi keluarga (Newby, 1980:15)
Istilah Tonnies Gesellschaft umumnya diterjemahkan sebagai masyarakat atau asosiasi, dan mengacu pada skala besar, impersonal, calculatif dan kontrak hubungan (Newby, 1980:15) diyakini dapat meningkatkan selama periode industrialisasi pada pergantian abad kesembilan belas. Tindakan-tindakan berdasarkan keuntungan mereka potensi untuk individu. Hubungan kontrak dan fungsional tertentu. Karena orientasi individu, Gesellschaft dicirikan oleh keadaan terus-menerus ketegangan.
Konstruksi ini harus dilihat sebagai tipe ideal, sebagaimana dimaksud Tonnies. Selanjutnya, penting untuk menyadari bahwa, untuk Tonnies, wilayah itu tetapi salah satu faktor masyarakat. Kapalnya dimaksudkan untuk menandai seluruh masyarakat, komunikasi serta komunitas (Newby, 1980:16. Namun demikian, penekanan berikutnya studi sosiologis yang menekankan dimensi lokalitas, seperti halnya Wirth (1938) eksposisi pada kehidupan perkotaan dan Redfield (1947) elaborasi dualitas Tonnies ke dalam sebuah kontinum pedesaan-perkotaan yang disebut. Wirth, misalnya, terkenal karena menekankan bahwa tempat kami tinggal memiliki pengaruh yang sangat besar pada cara kita hidup (Newby, 1980:18). Pemusatan ide-the lokalitas-datang di bawah meningkat tantangan berkat temuan penelitian yang lebih baru. Gans(1962), misalnya, mengambil masalah lama kemudian dengan premis dasar dalam karya Wirth dan Redfield, dan berpendapat bahwa gaya hidup ditentukan bukan oleh lokalitas tetapi dengan variabel-variabel lainnya, terutama sosial kelas dan tahap dalam siklus hidup
Ikatan Sosial Sebagai Indikator Komunitas
Bagi sebagian orang, perdebatan di sekitar komunitas memiliki karakteristik dari jalan buntu. Stacey (1974), misalnya, merasa sosiolog harus membuang konsep masyarakat sama sekali karena lading yang normatif dan karena perselisihan definisi yang substansial. Proposal nya adalah untuk berkonsentrasi pada peran institusi dalam daerah-daerah tertentu.
Usulan lain juga telah dibuat, dan salah satu yang paling menarik adalah argumen yang dibuat mengenai hubungan sosial dalam memahami banyak masalah sebelumnya berkumpul di bawah konsep masyarakat. Pusat pendekatan yang diambil di sini adalah jaringan analisis-pemeriksaan hubungan (hubungan) antara individu, kelompok lembaga (node). Pendekatan ini memungkinkan penelitian untuk menghindari istilah nilai-sarat masyarakat. Sama pentingnya, pendekatan yang membuka penyelidikan di seluruh pemukiman: pedesaan dengan perkotaan, pinggiran kota dengan metropolitan.
Analisis jaringan sosial telah menjadi penyebab celebre dalam banyak karya Wellman dan rekan-rekan (Wolverhampton et al., 1999;Wellman, 1997, 1999;Wellman dan Berkowitz, 1998, 1997), dan baru-baru ini dalam penyelidikan mereka dari pemanfaatan jaringan elektronik wilayah penghunian (misalnya Hampton dan Wellman, 2000;Wellman dan Hampton, 1999). Dalam sebuah diskusi tentang apa yang dia sebut masyarakat pertanyaan Wellman (1999) menjelaskan fitur dan nilai dari analisis jaringan sosial. Pendekatan jaringan, menyatakan, menghindari perspektif penelitian tingkat individu, tetapi sebaliknya menumpukan hubungan antara node atau unit jaringan. Pendekatan ini menyediakan kesempatan untuk mempertimbangkan fitur tersebut kesempatan untuk mempertimbangkan fitur tersebut seperti kepadatan dan sesak hubungan, tingkat heterogenitas antara unit dalam jaringan, dan dampak yang koneksi dan posisi dalam jaringan mungkin memiliki tindakan individu atau kolektif.
Komunitas maya
Seperti telah disebutkan, Rheingold ini mungkin lebih bertanggung jawab daripada orang lain untuk membangkitkan minat dan antusiasme untuk komunitas virtual. Bukunya komunitas virtual. Homesteading di perbatasan elektronik (2000) memberikan sekilas pribadi seperti apa hidup ini di dunia bawah dunia maya. Menggambar pada bertahun-tahun pengalaman pribadi di salah satu komunitas virtual pertama, sumur (seluruh bumi Lectronic Link), Rheingold menguraikan berbagai kegiatan peserta ikut serta dalam sementara di lingkungan virtual, berbagai sekitar luas seperti yang dibayangkan:
(orang-orang dalam komunitas virtual menggunakan kata-kata pada layar bersenda gurau dan berpendapat, terlibat dalam diskursus intelektual, melakukan perdagangan, pertukaran pengetahuan, berbagi dukungan emosional, membuat rencana, brainstorming, gosip, perseteruan, jatuh cinta, mencari teman dan kehilangan mereka, bermain game, bermain-main, membuat sedikit tinggi seni dan banyak omong kosong. Orang-orang dalam komunitas virtual melakukan hampir semua orang lakukan dalam kehidupan nyata, tetapi kami meninggalkan tubuh kita. Anda bisa berciuman dengan siapa saja dan tidak bisa memukul Anda di hidung, tapi banyak yang bisa terjadi dalam batas-batas-1993b:3)
Rheingold telah sering dikritik untuk mengambil sikap berlebihan gembira dan tidak kritis mengenai komunitas virtual (misalnya Fernback dan Thompson, 1995b) dan kurang teoretis kecanggihan dalam pendekatannya. Kedua kritik memiliki gelar kebenaran, tetapi stan di sama waktu menyesatkan dan salah. Meskipun Rheingold pasti berharap tentang kontribusi yang komunitas virtual dapat memperkaya kehidupan kolektif, ia adalah pada saat yang sama tidak pasti tentang apakah bahwa upaya akan berhasil dan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dalam arah ini. Sebagai contoh, dia berspekulasi, fragmentasi, hierarchization, rigidifying batas-batas sosial, dan single-ceruk koloni orang-orang yang berbagi intoleransi bisa menjadi lazim di masa depan (1993b:207).
Alam mencekam tersebut telah tidak terhalang bunga, namun, dan Jones mungkin telah melakukan lebih untuk menempatkan studi komunitas online pada agenda akademik daripada individu lain. Sebagian besar melalui dua diedit volume pada apa yang disebutnya cybersociety (Jones, 1995a: 1998a), tetapi juga melalui koleksi on virtual budaya (Jones, 1999), dia telah membawa bersama-sama massa kritis akan peneliti prihatin dengan masyarakat di dunia maya
Jones megatur panggungnya dalam pengantar esai dalam dua jilid di cybersociety (Jones, 1995b, 1998b) untuk sisa kontribusi. Ia membahas dan problematis kemungkinan komunitas yang didasarkan pada bentuk komunikasi komputer-dimediasi, dan kritik posisi yang sering dipertanyakan oleh sosiolog masyarakat yang secara otomatis menghubungkan masyarakat dengan wilayah ini, dengan tempat geografis. Jones, seperti Bender (1978) dan lain-lain sebelum dia, berpendapat identifikasi seperti merampas konsep masyarakat esensinya keliru memberikan prioritas kepada organisasi kemudahan. Jones juga menarik dari konseptualisasi dari komunikasi sebagai bentuk ritual, mengutip mentornya James Carey. komunikasi di bawah pandangan transmisi adalah perpanjangan dari pesan di geografi untuk keperluan kontrol, di bawah pandangan ritual upacara Suci yang menarik orang-orang bersama-sama dalam persekutuan dan kesamaan (Carey, 1989:18, dikutip dalam Jones, 1995b:12).
Ada perasaan yang luar biasa bahwa komunitas baru sedang dibuat, bersama dengan bentuk-bentuk baru dari masyarakat. Komunitas virtual ini dapat mengambil bentuk baru aptly dinyatakan untuk Jones dalam definisi yang disarankan oleh batu (1991:85): ruang incontrovertibly sosial di mana orang masih bertemu tatap muka, tetapi di bawah definisi baru bertemu dan wajah maya masyarakat adalah Bagian poin untuk koleksi keyakinan Umum dan praktek-praktek bahwa orang Amerika yang dipisahkan secara fisik (dikutip di Jones1995b:19).
Serangkaian kontribusi teoritis masyarakat dalam jilid Jones telah disiapkan oleh Frenback (1997,1999; Lihat juga Fernback dan Thompson, 1995a, 1995b). Alamat Fernback kontribusi dari sosiolog awal Tonnies dan Simmel, tetapi dia juga Tinjauan kontribusi dari Dewey dan lebih baru sastra dari communitarians baru Etzioni (1993) dan Bellah et al. (1985). Tidak seperti beberapa deskripsi sebelumnya komunitas, dia menekankan sifat dinamis dari konsep: sebagai masyarakat berkembang secara bersamaan (Fernback, 1997). Ketegangan arus saat ini konsep yang dikenal sebagai komunitas virtual yang ia mendefinisikan sebagai hubungan sosial ditempa di dunia maya melalui kontak diulang dalam batas tertentu atau tempat (misalnya konferensi atau chat jalur) yang secara simbolis digambarkan oleh topik yang menarik (Fernback dan Thompson, 1995b).
Salah satu fitur yang mencolok dan bermasalah dari komunitas virtual, menurut Fernback dan Thompson (1995b), adalah pada fluiditas dari Asosiasi individu mungkin memiliki komunitas seperti itu. Individu dapat menjadi aktif dan menonjol dengan cepat, dan hanya sebagai cepat hilang sama sekali: meninggalkan komunitas virtual mungkin semudah mengubah saluran pada pesawat televisi. Fluiditas tersebut mungkin memiliki konsekuensi, mereka menunjukkan, untuk stabilitas masyarakat virtual untuk tingkat yang lebih besar daripada kasus untuk kehidupan nyata atau komunitas offline. Untuk alasan ini, mereka pesimis tentang potensi komunitas online untuk berkontribusi lanskap sudah terfragmentasi ruang publik.
Dalam pekerjaan berikutnya Frenback membandingkan karakteristik komunitas virtual dan budaya Amerika. Prinsip-prinsip kebebasan berbicara, individualisme, kesetaraan dan akses terbuka dikaitkan dengan komunitas virtual, ia klaim, dan minat simbolis yang sama yang mendefinisikan karakter Amerika demokrasi (Fernback, 1997:39). Masih ditunjukkan bahwa karakteristik di atas dikaitkan dengan komunitas virtual universal, tetapi bahkan yang harus terjadi tetap terutama Serikat etnosentris untuk mengidentifikasi mereka dengan ikon budaya Amerika. Kepicikan tersebut tampaknya tidak pada tempatnya dalam definisi, tidak dibatasi oleh batas-batas geografis atau manifestasi budaya bangsa-negara tertentu.
Van Dijk (1998) mengambil pendekatan yang berbeda untuk topik komunitas virtual dari Jones dan Fernback. Ia set, pertama-tama, tugas untuk menentukan apakah konstruksi sosial tersebut dapat mengimbangi arti yang umum dari hilangnya komunitas yang berlaku di masyarakat. Ia kemudian memberikan definisi kerja komunitas virtual yang mirip dengan formulasi lainnya, apa-apa yang mereka adalah masyarakat yang tot terikat pada tempat tertentu atau waktu, tapi yang masih melayani kepentingan umum dalam realitas sosial, budaya dan mental yang mulai dari umum untuk kepentingan-kepentingan khusus atau kegiatan (1998:40). Berdasarkan Tinjauan beberapa literatur tersedia pada masyarakat, Van Dijk distils keempat karakteristik katanya umum untuk semua masyarakat: memiliki anggota, organisasi sosial, bahasa dan pola interaksi, dan budaya dan identitas umum. Karakteristik ini kemudian digunakan untuk membandingkan komunitas virtual. Latihan ini mengarah pada tipologi jenis ideal dimana komunitas virtual adalah
Tabel 2.1 tipe ideal dari organic dan komunitas maya
Karakteristik
Organik
Maya
Komposisi dan aktivitas

Organisasi sosial
bahasa dan interaksi
budaya dan identitas
Ikatan kelompok (umur)
Beberapa aktivitas
Terikat pada waktu dan tempat
Verbal dan nonverbal
Homogen
Keanggotaan yang renggang
Aktifitas khusus
Tidak terikat waktu dan tempat

Heterogen

Dengan ini typology di tangan, van dijk merumuskan pusat studi: pertanyaan tentang sejauh mana masyarakat virtual bisa menggantikan komunitas organik dan memberikan kekuatan untuk countervail sekarang proses fragmentasi sosial dan individualisasi? ( 1998: 48 ).Meninjau kesimpulan berdasarkan awal cmc penelitian, dia menyatakan bahwa kelompok elektronik akan datang untuk menyerupai rekan-rekan mereka organik mengenai struktur dan aturan., secara keseluruhan komunitas virtual kesimpulan itu tidak dapat merebut kembali kehilangan komunitas di masyarakat, sebagian besar karena identitas budaya dan dibuat terlalu parsial, heterogen dan cairan untuk menciptakan rasa yang kuat dari keanggotaan dan belonging ( 1998: 59 ).Ia berpendapat bahwa kualitas wacana itu miskin dan asli dialog yang hilang. Terbaik, komunitas organik dapat virtual tambahan masyarakat, tetapi tidak mampu untuk menggantikan mereka, menurut van dijk.
Pernyataan di atas mungkin berfungsi sebagai hipotesis, tapi itu terlalu dini untuk menarik kesimpulan. Studi empiris yang diperlukan untuk mendukung klaim tersebut belum dilakukan. Dalam review oleh salah satu dari beberapa orang yang telah dilakukan kerja lapangan etnografi diperpanjang dari komunitas online, Baym mendukung kritik ini: kita tidak memiliki taman empiris untuk menilai bagaimana (atau jika) komunitas online mempengaruhi komunitas offline (1998:38).
Baym (1995, 1998, 1999), selain memberikan wawasan kaya newsgroup Usenet ditujukan untuk diskusi opera sabun televisi, juga menguraikan pada model teoritis komunitas online. Dia prihatin dengan pemahaman bagaimana masyarakat itu mengembangkan dan menampakkan diri, dan apa yang terjadi selama proses secara online yang mengarah peserta mengalami fenomena ini virtual sebagai masyarakat. Baym mengembangkan apa yang dia sebut model yang muncul dari komunitas online (1998:38). Dia berpendapat bahwa lima fitur yang sudah ada mempengaruhi karakter komunitas online: konteks eksternal, sementara struktur, infrastruktur sistem, kelompok tujuan dan karakteristik dari peserta. Fitur ini menimpa pada pengembangan komunitas online mengenai kelompok tertentu bentuk ekspresi, identitas, hubungan dan normatif conventions(1998:38).
Model Baym mengembangkan untuk komunitas online dapat diwakili UML seperti digambarkan dalam tabel 2.2. di sini, beberapa istilah asli nya telah diganti, dan kategori temporal dan infrastruktur sistem telah digabungkan. Sel-sel dalam tabel bisa berisi ringkasan data komunitas online tertentu, seperti r.a.t.s. newsgroup opera sabun televisi dalam kasus Baym studi. Model, sekali diterapkan ke sejumlah komunitas online, memberikan kesempatan untuk analisis komparatif. Baym mencatat bahwa tujuan keseluruhan model nya adalah untuk tidak prediktif di alam, tetapi untuk memberikan sebuah bentuk kerangka yang memahami bagaimana masyarakat berkembang. Meskipun setiap komunitas mungkin unik, karena Dia berpendapat, model tetap menyediakan pedoman untuk membandingkan komunitas online.
Elaborasi lain dari makna dari komunitas virtual datang dari bidang linguistik.Dalam kasus belajar dari sebuah tutupan multi-user ( lumpur ), cherny ( 1999 ) ulasan definisi untuk pidato komunitas, komunitas wacana dan masyarakat dari praktek.Mengikuti hymes ( 1972 ), cherny ( 1999: 13 ) menunjukkan bahwa sebuah berbicara dan menafsirkan kinerja. komunikatifAnggota dari sebuah pembicaraan masyarakat menggunakan bahasa untuk menggambarkan batas-batas masyarakat, untuk kesatuan anggotanya dan jadi mengecualikan orang lain.
Tabel 2.2 model komunitas online: karakter dan masukan

masukan
Karakteristik
Komunikasi
Identitas
Hubungan
Norma
Isi
Struktur
Objek
Partisipan

Wacana masyarakat, seperti yang diuraikan oleh Gurak (1997:11), bersangkutan dengan penggunaan wacana untuk tujuan aksi sosial di arena publik. Bentuk komunitas menyerupai u2019% interpretatif komunitas yang mana bahasa komposisi sarjana menyinggung. Akhirnya, komunitas praktek mengacu pada hubungan yang dipelihara oleh orang-orang di seluruh waktu yang terlibat dalam serangkaian kegiatan kolektif. Peserta berbagi pemahaman umum kegiatan mereka dan makna yang dinisbahkan kepada mereka. Meskipun perbedaan di antara syarat-syarat ini tidak selalu jelas, mereka secara kolektif menyarankan jalan baru untuk pemahaman masyarakat dari perspektif mana penggunaan bahasa pusat. Perspektif linguistik yang tampaknya sangat tepat untuk komunikasi komputer-dimediasi karena fokus pada bentuk bahasa dan wacana.
Lain pembangunan saat ini adalah infus modal sosial konsep ke dalam diskusi dan penyelidikan komunitas virtual (misalnya Blancharu dan Horan, 1998). Dipopulerkan oleh Putnam (1993,1995,2000), modal sosial dapat dilihat sebagai varian terbaru dari tradisi tua pengembangan masyarakat, komunitas bekerja dan inisiatif aksi masyarakat terkemuka di Amerika Serikat pada tahun 1960. Riedel et al.(1998) memeriksa adanya modal sosial di jaringan masyarakat di sebuah desa di kota di Minnesota, berfokus pada tiga komponen: kepercayaan interpersonal, norma-norma sosial dan keanggotaan Asosiasi. Komponen modal sosial juga digunakan dalam sebuah studi jaringan komunitas digital di Den Haag (jankowski et al., 2001) serta dalam studi Netville di pinggiran Toronto, dijelaskan secara lebih rinci nanti (Hampton dan Wellman, 2003).
Studi Ilustrasi Media Baru dan Komunitas
Berbagai formulasi masyarakat yang disajikan dalam bagian sebelumnya telah menemukan refleksi dalam banyak studi empiris media. Di sini, ilustrasi disediakan untuk tiga bidang penelitian: media-skala kecil elektronik, komunitas online berbasis fisik, dan diskusi publik dan debat di internet. Meskipun penelitian dari daerah lain bisa dipilih (misalnya pengembangan masyarakat dan budaya desain dan bahasa, pembentukan identitas dan komunitas virtual berorientasi komersial), studi yang disajikan di sini menggambarkan beberapa pekerjaan saat ini sedang dilakukan di sekitar masyarakat dan Media.
Skala Kecil Media Elektronik
Sebuah kompilasi baru-baru ini penelitian media komunitas ( Jankowski , 2001) mengandung bagian dari empat bab yang ditujukan untuk isu-isu dan ilustrasi dari ranah publik sebagai terkait dengan komunitas radio televisi . Di sana, Mitchell ( 2001) mengeksplorasi bagaimana radio komunitas perempuan dapat berfungsi sebagai alat untuk pemberdayaan perempuan . Dengan data empiris dari stasiun radio perempuan dan proyek di seluruh Eropa , Mitchell meneliti bagaimana radio dapat digunakan untuk mengembangkan ruang publik feminis . Coleman ( 2001) memberikan analisis dari program radio telepon di republik Irlandia dan mempertimbangkan bagaimana program-program ini dapat memberikan kontribusi terhadap pertukaran yang lebih baik antara kelompok-kelompok yang berbeda dalam masyarakat itu. Dia berpendapat bahwa ini dari wacana memberikan kesempatan untuk komunikasi yang seharusnya tidak mungkin kontribusi sulit oleh Stein ( 2001) menilai peran publik – akses televisi dalam komunikasi politik di negara-negara Amerika . Dia meneliti penggunaan politik akses televisi dalam proyek media radikal dan berpendapat bahwa media tersebut menjadi tuan rumah berbagai pidato demokratis absen dari industri media tradisional . Akhirnya , Barow ( 2001) meneliti kebijakan dan praktek masyarakat tiga stasiun radio di Australia mengenai fitur kunci dari sektor penyiaran . Sementara semua stasiun tampaknya untuk memberi penghormatan kepada prinsip-prinsip akses dan partisipasi , ia menemukan bahwa tiga stasiun berbeda secara substansial dalam praktik mereka . Selain itu, semua stasiun tunduk pada ketegangan yang disebabkan oleh kekhawatiran profesionalisasi , penetrasi dan komersialisasi radio komunitas .
Komunitas Virtual Berbasis Efek
Pada dasarnya ada dua kategori komunitas virtual: mereka yang memiliki hubungan yang berbeda dengan wilayah geografis dan orang-orang yang tidak memiliki mengikat tersebut dengan ruang tertentu. Freenets, PENS, jaringan informasi masyarakat dan kota-kota digital adalah beberapa jenis komunitas virtual berbasis fisik. Preferensi dalam diberikan kepada istilah "jaringan komunitas digital" untuk menggambarkan komunitas virtual dalam kategori ini. Dua studi terbaru ini komunitas virtual berfungsi sebagai ilustrasi dari penelitian yang dilakukan di daerah ini.
Penyelidikan pertama , yang dilakukan oleh perak (2000) , memberikan analisis komparatif Blacksburg Electronic Village ( BEV ) di Virginia ( lihat juga Kavanaugh dan Patterson , 2002) dengan jaringan komunitas seattle di negara bagian Washington . Silver peduli dengan perbedaan dalam pengembangan , desain dan penggunaan dua jaringan komunitas digital ini . Mengenai pengembangan , perak mencatat bahwa Blacksburg Electronic Village pada dasarnya adalah sebuah prototipe dari pendekatan top-down di mana sejumlah besar modal yang diinvestasikan untuk membangun sebuah keadaan fasilitas seni . Perak menunjukkan bahwa sekelompok kecil pelaku orang dari industri lokal , pemerintah dan universitas yang terletak di kota dikandung dalam inisiatif , dibiayai dan membawanya ke tingkat operasional . Keterlibatan organisasi masyarakat , kelompok dan warga negara selama proses ini sangat minim . Keterlibatan oleh Blacksburg penduduk setelah konstruksi situs datang menyerupai perilaku konsumen daripada anggota masyarakat . Menurut o perak , penggunaan paling umum dari BEV adalah untuk tujuan komersial : untuk men-download kupon , cek film kali , atau membeli barang secara online .
Komunitas seattle Jaringan Sebaliknya, dikandung oleh kumpulan yang luas dari organisasi masyarakat dan kelompok-kelompok dari tahap awal perkembangannya. Kesatuan masyarakat ini terlibat dalam perak apa dan lain-lain (misalnya Harrison dan zappen, 2003; Schuler dan Namioka, 1993) menyebut desain partisipatif, dan mereka memutuskan kebijakan secara keseluruhan dan stucturefor jaringan komunitas. Dalam hal ini, jaringan mencerminkan 'bottom-up' inisiatif dan dimaksudkan untuk melayani sebagai alat untuk pengembangan masyarakat. Jaringan komunitas seattle dipromosikan melalui lokakarya dan program penjangkauan, dibuat dapat diakses melalui fasilitas umum seperti perpustakaan dan diberikan secara gratis kepada penduduk daerah seattle. Jaringan komunitas ini, menurut perak, datang untuk offer'a kaya budaya, sipil-platform berbasis online sumber daya, bahan, dan forum diskusi dengan dan di mana penduduk seattle dapat berbagi ide, berinteraksi satu sama lain, dan membangun masyarakat.
Penyelidikan kedua jaringan komunitas digital yang akan disajikan di sini melibatkan 'Netville', sebuah susurb kabel yang terletak di pinggiran Toronto. Netville adalah kompleks sekitar 120 rumah dirancang dan dibangun pada pertengahan tahun 1990. Sebuah fitur khusus dari subsurb ini, yang membedakannya dari kebanyakan orang lain di Amerika utara , adalah bahwa itu dilengkapi dari awal dengan jaringan elektronik lokal yang mampu memberikan akses Internet kecepatan tinggi, fasilitas videophone komputer, berbagai musik, healt dan jasa hiburan dan forum lingkungan discustion. Fitur-fitur ini secara luas dipromosikan selama rumah dijual awal di real dan konsorsium riset khusus yang didirikan untuk memantau teknikal dan pembangunan sosial.
Ilmu sosial lapangan dilakukan oleh Hamptom (2001) yang menjadi perhatian adalah untuk mengetahui pengaruh keadaan seperti infrastruktur seni komunikasi mungkin pada hubungan sosial yang penduduk memelihara dengan tetangga, teman, kerabat, online dan off line. Penelitian ini didasarkan pada premis berdiri lama dikembangkan dan sering didalilkan oleh 'sekolah Totonto' studi masyarakat (misalnya Wellman, 1997,1999), menunjukkan bahwa masyarakat tidak kebutuhan lokalitas terikat. Posisi ini berpendapat bahwa ikatan sosial merupakan ciri utama dari masyarakat dan tidak localy, dan bahwa hubungan ini harus mereka lemah atau kuat harus menjadi fokus dari studi empiris masyarakat. Hal ini dalam kata-kata Hampton dan Wellman, 'yang bersosialisasi, interaksi pemberian mendukung yang mendefinisikan masyarakat dan bukan ruang lokal di mana mereka mungkin terjadi.
Netville memberikan kesempatan untuk bidang studi diperpanjang af premis ini, terkait dengan baru 'variabel' dari infrastruktur jaringan elektronik dengan disertai layanan komunikasi. Sebagai bagian dari studi ini, Humpton tinggal di Netville untuk jangka waktu dua tahun dan diintegrasikan ke dalam kehidupan sosial dari lingkungan. Dia berpartisipasi dalam baik online dan offline kegiatan, daftar discustion dan barbecue, dan melakukan apa yang Hampton dan Wellman melakukan survei penduduk mengenai jaringan mereka dari ikatan sosial.
Ditemukan dari survei ini menunjukkan bahwa jaringan elektronik didukung ikatan sosial baik lemah dan kuat rnging dari yang murni fungsional di alam untuk mereka yang didasarkan pada isu-isu sosial dan pribadi . Dalam mencari- ikatan sosial breadthof antara penduduk , Hampton dan Wellman ( 2000 ) melaporkan bahwa mereka warga terhubung ke jaringan elektronik secara signifikan berbeda dari warga tidak terhubung : mereka tahu lebih banyak dari nama-nama tetangga mereka , mereka berbicara dengan dan mengunjungi dengan mereka lebih sering . Penduduk kabel , dengan kata lain mempertahankan ranger yang lebih luas dari kontak sosial daripada rekan-rekan mereka non - kabel . Hampton dan Wellman sugest ini mungkin ada hubungannya dengan kehadiran jaringan elektronik dan terutama karena daftar e-mail lingkungan dipertahankan pada jaringan untuk penduduk . Jaringan tampaknya telah sangat berharga selama periode aksi sosial , yaitu selama konflik dengan pengembang perumahan dan terutama selama konflik tentang penghentian tak terduga ntwork tersebut .
Internet dan Diskusi Publik
Tempat discustion dan debat publik telah menjadi fitur utama dari inisiatif media komunitas selama beberapa dekade , dan fitur ini sama pusat banyak fasilitas berbasis Internet . Newsgroup , daftar diskusi , dan situs khusus dikonstruksi untuk memperdebatkan isu-isu sosial , politik dan budaya berlimpah di Internet . Penelitian empiris mulai muncul sekitar fenomena ini , terutama dari perspektif konsep ruang publik . Salah satu studi yang paling luas sampai saat ini telah dilakukan oleh Schneider ( 1996,1997 ) sekitar kelompok diskusi usent berkaitan dengan aborsi . Selama periode satu tahun , Schneider mengumpulkan 46.000 pesan yang diposting di situs tersebut dan memeriksa mereka sepanjang empat dimensi dianggap pusat Hebermas ( 1989) bangsa lingkup Publc : kesetaraan akses ke arena perdebatan , dan th kualitas atau sejauh mana peserta memberikan kontribusi informantion reivantn dengan topik.
Schneider dioperasionalkan masing-masing dimensi sehingga alanysis kuantitatif dapat dilakukan pada seluruh jumlah posting selama masa studi . H e ditemukan , secara keseluruhan , bahwa kontribusi ke newsgroup yang beragam dalam substansi dan para peserta dipamerkan tingkat yang dapat diterima timbal balik . Meskipun akses ke diskusi secara teoritis terbuka , involment aktual dalam perdebatan yang eature juga relevan untuk dimensi equlity dari ruang publik dalam penelitian ini adalah mencolok rendah. Dari hampir 3.000 kontributor pada diskusi selama periode tahun , kurang dari 0,5 persen bertanggung jawab atas lebih dari 40 persen dari semua postingan . Dengan kata lain sekitar 5 persen dari peserta diposting hampir 80 persen dari kontribusi . Akhirnya , mengenai kualitas dimensi th , Schneider menemukan bahwa kontributor paling sering untuk diskusi adalah yang paling mungkin untuk pesan ' pada topik ' yaitu terkait dengan masalah aborsi . Fitur ini , ge menyarankan, memperburuk ketidaksetaraan tercermin dalam diskusi . Temuan dari penelitian ini menimbulkan keprihatinan serius mengenai kontribusi berbasis internet diskusi untuk debat publik . Meskipun potensi diskusi tersebut dapat menjadi besar , karena schneinder dan lain-lain terus mengulang , tingkat sebenarnya dari involment adalah sangat kecil dan banyak dari apa yang memberikan kontribusi tidak relevan dengan topik.
Meneliti Media Baru dan Komunitas : Metode dan Pertanyaan
Pekerjaan Tidak ada satu metodologi penelitian atau agenda pertanyaan didominasi saat ini sedang dilakukan di sekitar media baru dan komunitas . Seperti digambarkan dalam bagian sebelumnya , penyelidikan yang muncul dari berbagai disiplin ilmu menggunakan alat-alat yang beragam studi dan diarahkan pada berbagai bidang perhatian . Sebagai pluralis seperti lapangan , beberapa metode everiding preferencesfor dan pertanyaan dapat dilihat dan dijabarkan dalam bagian ini .
Metode Penelitian
Mengenai metode penelitian , sekitar satu dekade lalu gambaran dari tempat metode kualitatif dalam mempelajari media komunitas disiapkan ( Jankowski 1991 ) . Kemudian tampak seolah-olah pendekatan ini semakin penting dalam bidang komunikasi massa off studi pada umumnya dan dalam perhatian lebih khusus media skala kecil pada khususnya. ' saatnya kuantitatif ' , tampaknya telah tiba .
Sekarang, melihat studi yang bersangkutan dengan media baru dan masyarakat , tampaknya , sekali lagi , bahwa penelitian kualitatif atau penafsiran yang menonjol . Beberapa studi empiris disebutkan atau disajikan sebelumnya dalam karakteristik fitur bab klasik studi masyarakat lapangan . Pendekatan kuantitatif juga diwakili dalam pekerjaan saat ini , schneiner (1997 ) penyusunan Tugas debat publik usenet newsgroup merupakan analisis kuantitatif canggih dari tubuh yang sangat besar pesan . Hampton ( 2001) menggunakan penelitian survei dan analisis jaringan dalam contex dari studi lapangan sosiologis . Secara umum , minat dalam penelitian survei online substansial . Teks besar pertama pada metode ini telah muncul ( Dillman , 2000) dan telah terjadi berbagai artikel jurnal . Yang hanya masalah waktu sebelum alat koleksi data ini diaplikasikan untuk studi media baru dan komunitas .
Inovasi dalam metode dan metodologi juga sedang dikembangkan . Misalnya, Stromer - dapur anf kaki ( 2002) laporan penelitian berdasarkan wawancara kelompok fokus dirancang untuk mengeksplorasi sifat diskusi publik dan debat di internet .
Banyak penyelidikan saat ini dan yang diusulkan dikonstruksi sebagai studi kasus . Jenis penelitian ini telah mengalami kritik Severen . Dalam membahas studi masyarakat sebagai mehod penelitian summariza beberapa sering menyuarakan pemesanan : ketergantungan exssecive pada pengamat tunggal , kurangnya koleksi data yang sytemtic , perbedaan cukup antara resercher dan obyek penelitian . Baym ( 1999) menjauhkan diri banyak apa yang saat ini lolos untuk ethnoghrapy , tapi untuk alasan yang berbeda . Menyusul kritik etnografi yang dikembangkan oleh Nightingle ( 1996 ) dan tekan ( 1996 ), Baym mencatat bahwa terlalu sering studi aundience online terbatas untuk singkat forays di fiels ditambah dengan wawancara individu dan kelompok .
Selain saran Baym , itu shoud disebutkan bahwa banyak perbaikan telah dicapai di kedua pengumpulan data kualitatif dan analisis sejak Bell dan Newby intimized pemesanan di atas. Misalnya, analisis yang sistematis procedureselaborated oleh mil dan Huberman ( 1994) dan pemanfaatan program komputer untuk membantu analisis kualitatif dan pengembangan dasar teori.
Agenda Penelitian
Selain perkembangan dalam metode , kemajuan lainnya yang dibuat dalam determaining pertanyaan kunci bagi masyarakat dan media . Misalnya, gambaran disediakan kekhawatiran penelitian yang diajukan rusak oleh kontributor volume baru pada media komunitas ( Jonkowski 2001) . Untuk satu area spesifik model telah dibangun di mana pertanyaan penelitian dapat diatasi . Hollander (2000) mengacu pada karya sebelumnya dari Stamm ( 1985) dan mengusulkan hubungan kasual antara struktur masyarakat , karakteristik warga masyarakat individu, lanskap media dan masyarakat menggunakan media. Dia menunjukkan bahwa konfigurasi yang berbeda dari variabel-variabel yang terkait dengan masing-masing faktor di atas. Model oleh Hollander telah dimodifikasi lebih lanjut untuk aplikasi untuk penyelidikan jaringan komunitas digital dan dengan demikian alt Proses kerangka kerja untuk perumusan berbagai kepentingan penelitian . Pertanyaan penelitian utama untuk model ini : untuk apa gelar dan apa cara yang aspek struktur masyarakat , karakteristik individu dan lanskap media yang terkait dengan penggunaan dan keterlibatan dalam komunitas digital betworks oleh penduduk setempat ?
Meskipun tidak tertanam dalam model , pertanyaan penelitian dirumuskan oleh Wellman dan Gulia ( 1999) merupakan suatu agenda rsearch luas untuk komunitas virtual . Mereka berpose tujuh kelompok pertanyaan tentang sifat hubungan online dan hubungan mereka hubungan ofline dan keterlibatan masyarakat .
Baym ( 1999; 210-16 ) dalam kesimpulan dalam studinya sebuah komunitas online penggemar sabun televisi , merumuskan daftar yang lebih kompak dari empat pertanyaan :
1 . Apa kekuatan membentuk identitas online?
2 . Bagaimana masyarakat online berkembang dari waktu ke waktu ?
3 . Bagaimana partisipasi secara online terhubung ke offline hidup ?
4 . Bagaimana komunitas online mempengaruhi masyarakat offline?
Dia tidak , bagaimanapun, memperpanjang pertanyaan-pertanyaan ini ke tingkat model yang dapat mengintegrasikan temuan , di mana arah untuk studi empiris lebih lanjut dapat diberikan . Dalam arti, pengamatan dilakukan beberapa tahun lalu oleh Wellman dan Gulia ( 1999:185 ) masih relevan : " sudah waktunya untuk mengganti dengan bukti anekdot ... jawaban belum ben ditemukan . Memang , pertanyaan-pertanyaan baru mulai dirumuskan ' . Saya hanya akan menambah waktu telah alse datang untuk menghasilkan model berbasis theorycally untuk komunitas online muncul dan jaringan komunitas digital , seperti model yang disajikan di atas ( lihat juga Jankowski di al , 2001) yang relevan dengan alam lain media baru dan komunitas . Pertanyaan penelitian tertanam dalam model tersebut akan memberikan arah dan landasan yang diperlukan hilang dari banyak gelombang saat studi kasus yang berbeda berkaitan dengan masyarakat dan media baru .





 Struktur komunitas   
·         Ukuran populasi dan homogenitas
·         sejarah
·         Perkotaan / pedesaan dimensi
·         Isues sosial , politik dan budaya
·         Hubungan wilayah ot sekitarnya

 
Bagan 2.1




 jaringan komunitas Digital : penggunaan dan keterlibatan
·         Exposure dan penggunaan
·         fungsi
·         partisipasi

 
 

















1.                  Apa yang menjadi pokok bahasan dalan chapter ini?
Bab ini menelusuri hubungan antara media (baru) dan masyarakat. Bagian pertama dari tiga periode sejarah ketika hubungan antara masyarakat dan media menjadi bahasan sentral. Sebuah deskripsi singkat dari media baru juga disediakan di sini. Yang kedua membahas transformasi konsep masyarakat dari awal studi sosiologis lokalitas-berorientasi yang dilakukan dari pemeriksaan multidisiplin fasilitas komunikasi berbasis internet di mana tempat geografisnya tidak ada. Bagian ketiga memberikan ilustrasi dari tiga jenis studi terkait masyarakat dan media: media elektronik skala kecil, jaringan informasi masyarakat, dan diskusi publik dan debat melalui jaringan elektronic. Bagian keempat dan terakhir meneliti pendekatan metodologis utama dan menunjukkan kontur agenda penelitian berorientasi pada eksplorasi lebih lanjut dari antarmuka antara masyarakat dan media baru.
2.                  Isu mengenai dampak media selalu menjadi perbincangan yang menarik, coba anda jelaskan mengenai aspek positif dan negatif bagi masyarakat yang diakibatkan oleh kehadiran (teknologi) media?
Media terknologi yang makin berkembang ialah wadah untuk membatu memberikan informasi dan pengetahuan yang berkembang. seperti maraknya dunia bloging, forum komunitas-komunitas, membuat group di facebook dll, yang masing-masing menonjolkan kemampuan dan kereatifitas mereka di dunia maya. Hal ini patut kita contoh, lebih-lebih kita sebagai generasi Umat Islam perlu memamfaatkan kemajuan teknologi sebagai media da’wah adalah langkah aplikative untuk memerangi sisi negative dari kemajuan teknologi. Mamfaat secara positif kemajuan teknologi itu sendiri memberikan value yang tidak terbatas, media layanan E-mail dan website membantu kita berhungan di penjuru Negara manapun untuk berkomuniskasi baik itu urusan bisnis, perkantoran ataupun pribadi. Namun, masalah lain yang lebih urgen yang berkaitan dengan perkembangan media teknologi itu sendiri ialah Dunia maya. Dunia maya sebagai gudang informasi dan ilmu pengetahuan, namun tidak semua hal positif kita dapat disini. Seperti kita ketahui bersama, di saat sekarang ini banyak sekali anak umur 9-12 tahun telah menyaksikan materi pornografi, yang di akses dari internet.
Hal yang membuat aku perhatin terhadap perkembangan teknologi sekarang ini adalah banyaknya kasus bugil di depan kamera. Inilah sisi negative lain dari kemajuan tenknologi. Dengan jumlah 231 juta penduduk Indonesia, inilah yang harus kita sadari bahwa kemajuan terknologi berdampak baik dan buruknya. Dan kita tidak bisa di katakan belum siap menerima kemajuan itu sendiri,karena mau tidak mau perkembangan dunia tekonologi yang sudah menjadi kebutuhan kelengkapan aktifitas. Hanya mengenai kendala SDM yang belum merata merupakan Pekerjaan rumah bangsa ini, tantangan dalam penguasaan bahasa asing merupan hal pokok kunci menguasai teknologi itu sendiri. Kalau penguasaan bahasa itu tinggi maka kita akan menjadi bagian dari dikurs global, tetapi kalau penguasaannya rendah ini adalah masalah. Memandang positif dan negatif kemajuan teknologi, bagi kemaslahan bangsa dan umat islam khususnya. Adalah control secara internal mulai dari keluarga untuk mengenalakan dan mengawasi anak didik dari dampak negatif itu sendiri, dan pemerintah khususnya badan-badan yang bewenang menangani untuk mengambil langkah tepat untuk mengurangi dampak dari kemajuan sisi buruk teknologi itu sendiri. kian pesatnya kemajuan teknologi jangan kita jadikan hantu boomerang untuk kita tidak berani terbuka dan maju.peran penting bangsa elemen-elemen pemerintah, masyarakat dan keluarga adalah payung untuk menghindari dan mengurangi dampak negatif media itu sendiri.
Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik). Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak (dalam hal ini provider) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet. Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri (bagaikan nomor telepon) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer (PC) untuk menjadi pelanggan ataupun untuk mengakses internet. Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan.
Di bawah ini saya akan jelaskan dampak-dampak positif maupun negatif dari penggunaan internet.
Dampak Positif:.
Internet sekarang ini merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari peradaban manusia. Contohnya sekarang ini,kita sangat bergantung pada tehnologi ini.Apapun kita bisa lakukan di internet,misalnya: cari tugas, cari teman, baca berita di internet, liat tv bisa di internet, bahkan kejahatan pun sekarang bisa lewat internet. Dampak internet terbagi 2,yaitu positif dan negatif. Tergantung dari penggunanya itu sendiri yang menggunakan internet untuk apa dan bagaimana penggunaannya.
            Dampak positif: untuk mencari bahan-bahan tugas,referensi,pertemanan,informasi-informasi yang dapat menambah pengetahuan, bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain, kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
Dampak negatif :
seperti cyber crime yaitu kejahatan yang dilakukan seseorang dengan sarana internet, bentuknya seperti Hacking, Cracking.Pornografi :internet adalah informasi yang sangat mudah kita dapatkan,terutama pornografi yang sangat merajalela dan bisa diakses oleh siapapun dan dimanapun.Dengan mudahnya pornografi diakses,maka berakibatkan seseorang untuk bertindak kriminal.Perjudian,Penipuan dll.
Dampak Negatif Pornografi, Banyak orang yang beranggapan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Violence and Gore Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu. Penipuan Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut. Carding Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka. Perjudian Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
Ada beberapa hal yang Merubah kehidupan masyarakat dari lahirnya internet
1. Dunia Usaha
Mungkin sebelum lahirnaya Internet, orang-orang sulit mendapatkan informasi ataupun membuka lapangan pekerjaan, tp dengan adanya internet ini, banyak pengusaha-pengusaha baru yang lahir dan berkembang dan jenis perdagangan yang muncul dari internet.
2.Semua bisa menjadi sumber informasi
Pada saat ini, setiap orang dapat dengan mudah untuk menjadi sumber ataupun mencari sumber informasi, karena tak terbatasnya jaringan komputer yang terkoneksi dengan komputer lain.
3.Kejahatanbaru
Para ahli hukum harus bekerja lebih keras dalam mendeskripsikan suatu kesalahan seseorang karena kejahatan yang dilakukan melalui internet belum dapat didefinisikan, contoh seorang Cracker (Hacker dalam pengertian negatif..red) mengambil data orang lain. Apakah dia dapat dikategorikan penjahat/maling? Padahal kalau maling harus ada saksi dan bukti. Dan masih banyak contoh lain yang sering kita temui
3.                  Jelaskan karakteristik yang melekat pada ‘New Media’ !
Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali memiliki karakteristik yang dapat dimanipulasi, serta memiliki 3 karakteristik utama, yaitu integrasi, interaktif, dan digital. New media bersifat jaringan, padat, mampat, dan tidak memihak.
Menurut Feldman, New Media memiliki lima karakteristik, yaitu :
Pertama, media baru mudah dimanipulasi. Hal ini sering kali mendapat tanggapan negatif dan menjadi perdebatan, karena media baru memungkinkan setiap orang untuk memanipulasi dan merubah berbagai data dan informasi dengan bebas.
Kedua,  media baru bersifat networkable. Artinya, konten-konten yang terdapat dalam media baru dapat dengan mudah dishare dan dipertukarkan antar pengguna lewat jaringan internet yang tersedia. Karakteristik ini dapat kita sebut sebagai kelebihan, karena media baru membuat setiap orang dapat terkoneksi dengan cepat dan memberi solusi terhadap kendala jarak dan waktu antar pengguna.
Ketiga, media baru bersifat compressible. Konten-konten yang ada dalam media baru dapat diperkecil ukurannya sehingga kapasitasnya dapat dikurangi. Hal ini memberi kemudahan untuk menyimpan konten-konten tersebut dan men-sharenya kepada orang lain.
Keempat, media baru sifatnya padat. Dimana kita hanya membutuhkan space yang kecil untuk menyimpan berbagai konten yang ada dalam media baru. Sebagai contoh, kita hanya memerlukan satu PC yang terkoneksi dengan jaringan internet untuk dapat menyimpan berbagai informasi dari berbagai penjuru dunia dalam PC tersebut.
Kelima, media baru bersifat imparsial. Konten-konten yang ada dalam media baru tidak berpihak pada siapapun dan tidak dikuasai oleh segelintir orang saja. Karena itulah media baru seringkali disebut sebagai media yang sangat demokratis, karena kapitalisasi media tidak berlaku lagi. Setiap orang dapat menjadi produsen dan konsumen secara bersamaan dan setiap pengguna dapat berlaku aktif disana.
4.                  Beri deskripsi mengenai tahap perkembangan kajian mengenai ‘ media’ dan ‘community
Dengan perkembangan teknologi rekaman video portabel dan sistem distribusi televisi kabel pada akhir tahun 1960 dan awal 1970-an ada dorongan yang menarik untuk dikembangkan secara geografis. Penggunaan alat elektronik dalam banyak hal adalah perpanjangan teknologi mesin cetak yang memperkenalkan satu dekade sebelumnya selama tahun 1960 ketika budaya dan politik kelompok mendirikan surat kabar sendiri yang dikenal sebagai pers bawah tanah. Media dalam konteks ini diciptakan media komunitas dan mengacu pada berbagai macam bentuk dimediasi komunikasi, misalnya media elektronik seperti radio dan televisi, media cetak seperti koran dan majalah dan inisiatif jaringan elektronik yang kemudian merangkul karakteristik baik tradisional media cetak dan media elektronik. Anggota masyarakat umumnya terlibat dalam kegiatan dan mengontrol dari hari ke hari serta masalah kebijakan jangka panjang. Beberapa ulasan tentang bagaimana kelompok ini dimanfaatkan media elektronik skala kecil ini dimaksudkan untuk tujuan budaya dan politik. Studi Eropa suara ini rakyat yang dilakukan selama tahun 1970 dan 1980 dikumpulkan dalam sebuah antologi mendokumentasikan perkembangan dan dampak. Kadang-kadang media berorientasi dengan masyarakat baru yang dimaksudkan hanya untuk menginformasikan kejadian yang terjadi pada audiens. Mereka berusaha untuk memobilisasi warga dalam upaya pembawa perubahan dan perbaikan. Tujuan emansipatoris yang tertanam dalam pemrograman stasiun yang menunjukkan bahwa penggagas media komunitas yang berlebihan untuk mengekspresikan diri melalui media - Prehn (1992). Perhitungan ini sulit untuk dipertahankan tingkat produksi pemrograman jadwal siaran dan menyebabkan pembentukan struktur organisasi profesional bertentangan dengan tujuan yang berorientasi dengan masyarakat asli. Warisan gelombang ini adalah kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat dan media campuran yang aspirasinya tetap utuh, tetapi hasil untuk mencapai suara dapat dijangkau khalayak. Kepedulian dengan media komunitas di daerah-daerah dapat diperoleh kembali dengan minat serta diinspirasi oleh diskusi media warga yang diprakarsai oleh Rodriguez (2001) dan media alternatif yang diuraikan oleh Atton (1999).
5.                  Apa yang dimaksud dengan ‘virtual community’; siapa yang mencetuskan pertama kali istilah ini?
Porter  mendefinisikan virtual community (komunitas virtual) sebagai sekumpulan individu atau rekan bisnis yang berinteraksi seputar minat yang sama, di mana interaksi ini didukung dan dimediasi oleh teknologi dan diatur oleh beberapa moderator ataupun aturan tertentu. McQuail mengutip Lindlof dan Schatzer (1998) mengatakan bahwa virtual community terbentuk karena adanya orang yang memiliki kesamaan minat dan sering berinteraksi satu sama lain. Virtual community ini dapat terbentuk dari berbagai media sosial dan jejaring sosial misalnya, Facebook.
Menurut Yap dan Bock seperti dikutip dalam Akkinen, komunitas virtual berada di dalam internet dan memiliki aktivitas yang didukung dengan komputer berteknologi informasi. Komunitas virtual menfokuskan diri di dalam komunikasi dan interaksi yang dibentuk oleh partisipasi dan mengkhususkan pada hubungan antara anggota di dalam komunitas virtual dan peran dari teknologi informasi.
Lebih banyak orang menggunakan internet untuk berpartisipasi di dalam komunitas virtual dibandingkan dengan yang melakukan transaksi pembelian (Horrigan. Bahkan menurut Horrigan, sebanyak 84% pengguna internet telah melakukan kontak dan berpartisipasi di dalam komunitas virtual. Pertumbuhan menjadi anggota komunitas virtual dan penggunaannya akan terus berlanjut (Bressler&Grantham. Popularitas dari komunitas virtual merefleksikan fakta bahwa individu menggunakan teknologi baru seperti internet untuk memuaskan kebutuhan sosial dan ekonominya (Wind dan Mahajan).
Individu menggunakan komunitas virtual sebagai transaksi untuk membeli, menjual, ataupun belajar lebih mengenai produk dan servis (Hagel & Armstrong). Komunitas virtual dapat digunakan untuk mendiskusikan minat, membangun relasi sosial, dan mengeksplor identitas baru.
Pada akhirnya, komunitas virtual juga dapat menfasilitasi hubungan yang kuat antara perusahaan dan pelanggannya. Keinginan pelanggan untuk berpartisipasi dapat menstimulasi mereka untuk dapat kembali melihat komunitas, dan perilaku di antara pelanggan ini dapat berujung pada kelekatan dengan komunitas tersebut. Anggota dari komunitas virtual dapat menjadi pelanggan yang loyal.
6.                  Perbedaan komunitas virtual dan komunitas organic?
Karakteristik komunitas virtual diantaranya jika dilihat dari komposisi dan aktifitasnya komunitas ini memiliki keanggotaan yang renggang dan biasanya hanya melakukan aktifitas yang bersifat khusus atau tertentu saja sedangkan komunitas organik dalam komposisi dan aktifitasnya ikatan kelompoknya itu berdasarkan dari umur missal sepantaran dan kegiatan atau aktifitasnya berupa beberapa aktifitas. Jika dilihat dari struktur organisasinya komunitas virtual bersifat tidak terikat waktu dan tempat melainkan bisa dilakukan dimana saja, kapan saja karna sifatnya menggunakan media online dan symbol dari komunitas ini adalah CMC, dengan symbol ini komunitas ini lebih cepat mendapatkan informasi dengan kecanggihan teknologi yang tersedia sehingga bisa dikatakan memiliki pengaruh besar bagi kehidupan nyata dalam masyarakat karna mencakup hampir semua kegiatan bidang sosial, ekonomi, politik, budaya, spiritual bisa dilakukan melalui layar virtual, seperti kata Rheigold yang mengatakan bahwa “komunikasi virtual melakukan kegiatan yang hampir semua orang lakukan namun hanya meninggalkan tubuh kita (1993 : b.3) “. Sedangkan dalam komunitas organik struktur organisasinya bersifat terikat pada waktu dan tempat. Jika dilihat dalam konteks bahasa dan interaksi hanya komunitas organik saja yang bisa melakukan konteks verbal dan non verbal karena sifatnya yang nyata. Kemudian dilihat dari budaya dan identitas komunitas virtual sifatnya heterogen sedangkan komunitas organik lebih bersifat homogen.

7.                  menurut anda agenda riset apakah yang menarik terkait isu komunitas dengan media baru yang digunakan?
Agenda riset yang menarik t 
TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Chapter 2
Dyan Putri Utami (F1C012054)
Deslica Yuvinta S (F1C012063)
Maharrani Dwi K (F1C012075)

Menciptakan Masyarakat dengan Media: Sejarah, Teori dan Investigasi Ilmiah.
Dari semua janji-janji dan prognosis dibuat tentang media lama dan baru, mungkin yang paling menarik adanya kemungkinan regenerasi masyarakat melalui bentuk komunikasi yang dimediasi. Tema ini menemukan ekspresi selama pengembangan radio pada tahun 1920 dan 1930-an dan kemudian dengan televisi pada 1950-an. Itu sangat menonjol selama pengenalan komunitas radio dan televisi di tahun 1970-an, itu telah mencapai proporsi yang luar biasa dengan munculnya lebih baru dari komunitas virtual di layanan berbasis Internet. Bab ini menelusuri hubungan antara media (baru) dan masyarakat. Bagian pertama dari tiga periode sejarah ketika hubungan antara masyarakat dan media menjadi bahasan sentral. Sebuah deskripsi singkat dari media baru juga disediakan di sini. Yang kedua membahas transformasi konsep masyarakat dari awal studi sosiologis lokalitas-berorientasi yang dilakukan dari pemeriksaan multidisiplin fasilitas komunikasi berbasis internet di mana tempat geografisnya tidak ada. Bagian ketiga memberikan ilustrasi dari tiga jenis studi terkait masyarakat dan media: media elektronik skala kecil, jaringan informasi masyarakat, dan diskusi publik dan debat melalui jaringan elektronic. Bagian keempat dan terakhir meneliti pendekatan metodologis utama dan menunjukkan kontur agenda penelitian berorientasi pada eksplorasi lebih lanjut dari antarmuka antara masyarakat dan media baru.
Masyarakat dan Media: Sebuah Urusan yang sedang berlangsung
Banyaknya klaim, optimis dan pesimis, telah dibuat mengenai apa dampak media dan Internet merupakan media yang paling baru terhadap masyarakat pada umumnya dan masyarakat pada khususnya. Tampaknya seolah-olah setiap generasi sudah diwakili oleh pakar pada media mungkin memiliki kontribusi pada kondisi manusia. Selama Zaman Keemasan dari radio, misalnya, media yang berjanji untuk membawa budaya ke dalam ruang yang sangat hidup, kemudian, televisi ditakdirkan untuk mengubah pendidikan. Kedua media tersebut sama-sama takut sebagai alat potentional untuk propaganda politik, televisi dan film, apalagi, diduga mampu merusak tatanan masyarakat, deformasi pikiran muda dan merendahkan warisan budaya. Sebagian besar klaim tersebut, pada awalnya, memiliki sedikit landasan dalam bukti, dan ketika studi sistematis dan ekstensif akhirnya dilakukan hasilnya adalah yang terbaik dan beragam.
Klaim serupa juga disertai pengenalan internet. Ini teknologi komunikasi baru, dikatakan, akan menghapus ketidaksetaraan dan kejahatan dalam masyarakat. Pendidikan akan meningkatkan dengan pesat, warga akan menjadi prihatin dan aktif, perdagangan, di bawah kepemimpinan dari co-pendiri Electronic Frontier Foundation, membayangkan Internet sebagai tidak kurang dari peristiwa teknologi paling transformasi sejak penangkapan kebakaran. Rheingold (1993,1993 b, 200) terkenal karena posisinya bahwa internet dapat membantu menemukan kembali atau menghidupkan kembali masyarakat. Dalam bukunya banyak dikutip The Virtual Community (dikutip, sekali lagi, kemudian dalam bab ini), dia mengisi suara kepercayaan umum bahwa hilangnya nilai-nilai masyarakat tradisional dapat kembali melalui komunikasi melalui Internet.
Klaim tersebut, seperti Fernack (1999) dan lain-lain telah mengamati, adalah ekspresi lebih polemik dari penilaian dipertimbangkan berdasarkan kerajaan mengkritik rekening seperti presentist dan tidak ilmiah dan historis kurang informasi. Sebagian besar klaim ini, mereka menunjukkan, gagal untuk mengakui kekhawatiran lama sosiolog mengenai dampak berbagai aspek modernisasi industrialisasi, urbanisasi, transportasi di masyarakat.
Bagian ini membahas khusus dan berkelanjutan hubungan antara komunikasi dan media di seluruh waktu. Perhatian utama diberikan kepada media baru, dan untuk alasan itu penting untuk tinggal, setidaknya sebentar, apa yang dimaksud dengan istilah itu. Pertama-tama, harus diakui bahwa corak baru adalah gagasan relatif berkaitan dengan waktu dan tempat. Apa yang baru hari ini dan besok tua, dan apa yang baru dalam satu konteks budaya mungkin tidak diketahui atau keluar Model seperti di negara lain. Fitur ini relativistik istilah telah mendorong beberapa sarjana untuk menyarankan pengenal lainnya: teknologi telematika, dan informasi dan komunikasi, adalah dua pesaing.
Fitur unik lainnya dari media baru juga telah ditangani, datang ke sesuatu yang puncaknya dalam rangkaian esai yang diterbitkan dalam edisi perdana New Media dan Masyarakat pada tahun 1999. Di sana, apa yang baru tentang media baru dianggap oleh sepuluh ulama komunikasi terkemuka. Meskipun dimengerti ada konsensus dicapai, menarik untuk dicatat bahwa banyak dari kebaruan ditujukan ada hubungannya dengan transformasi dalam cara-cara individu dapat berhubungan dengan media dan untuk menentukan tempat dan fungsi media ini dalam kehidupan sehari-hari mereka. Media baru ini, untuk gelar besar, fenomena konstruksi sosial dan sering menyimpang secara substansial dari maksud asli perancang.
Untuk tujuan bab ini, karakteristik media baru yang digariskan oleh McQuail berfungsi sebagai istilah penggambaran yang berguna . Media baru, ia menyarankan, umumnya melibatkan desentralisasi saluran untuk distribusi pesan, peningkatan kapasitas tersedia untuk kepindahan pesan berkat satelit, kabel, dan jaringan komputer peningkatan pilihan yang tersedia untuk audiens dalam keterlibatan proses komunikasi, seringkali yang melibatkan bentuk interaktif komunikasi dan peningkatan tingkat fleksibilitas untuk menentukan bentuk dan isi melalui digitalisasi pesan. Negroponte (1995) menganggap aspek terakhir ini fitur yang paling mendasar, dan digitalisasi baginya dasarnya berarti bahwa isi dari satu medium dapat dipertukarkan dengan yang lain.
Perkembangan biasanya berhubungan dengan media baru banyak dan mencakup teknologi seperti DVD dan CD-ROM, jaringan televisi kabel dan komputer, komunikasi dimediasi berbagai komputer (CMC) perkembangan seperti e-mail, newsgroup dan diskusi daftar, dan real time layanan obrolan ; layanan telepon seperti SMS dan MMS, dan layanan berita berbasis internet yang disediakan oleh surat kabar tradisional dan penyiaran. Banyak contoh-contoh ini adalah teknologi dalam substansi dan memiliki dengan sendirinya, tak ada hubungannya dengan proses komunikasi sebagai tertanam dalam sejarah, sosial atau personal konteks tertentu. Media baru , sebagaimana dimaksud dalam pasal ini , dilihat sebagai perkembangan komunikasi didasarkan dalam konteks tersebut. Untuk alasan ini , ada nilai dalam memeriksa hubungan media, baru untuk waktu dan tempat mereka , dengan kepedulian terhadap masyarakat . Meskipun argumen dapat dibuat bahwa pemeriksaan tersebut mungkin sah mulai sejauh penemuan Gutenberg tipe bergerak atau , lebih jauh lagi , perkembangan Mesir perkamen , preferensi diberikan kepada sketsa hubungan khusus antara masyarakat dan media jelas sejak awal 1900-an ketika studi masyarakat dikembangkan sebagai sebuah perusahaan akademik yang serius . Gelombang kedua dari studi yang bersangkutan dengan masyarakat dan mdia dapat ditelusuri ke akhir 1960-an dan 1970-an ketika media komunitas elektronik skala kecil muncul di tempat kejadian tersebut . Yang ketiga dan periode terakhir yang akan membuat sketsa adalah era Internet. Hanya beberapa highlights mencolok disebutkan di sini , ilustrasi lebih rinci dari studi yang bersangkutan dengan masyarakat dan media baru yang disediakan untuk bagian berikut .

Gelombang Pertama dari Masyarakat dan Studi Media
Sebuah upaya untuk menyelidiki hubungan yang mungkin antara media dan masyarakat terjadi di bawah naungan Chicago School di tahun 1920-an dan 1930-an. Secara khusus, Park (1922) tertarik pada peran pers masyarakat mengenai pembentukan identitas antara kelompok-kelompok imigran. Dalam sebuah studi berikutnya ia mengamati bahwa membaca koran lebih karakteristik di antara penduduk di kota-kota daripada di daerah pedesaan. Park juga menemukan bahwa berbagai jenis berita yang dibaca dalam kota daripada di negara ini: di kota pembaca memiliki lebih tertarik pada berita dari luar daerah dan dalam negeri pembaca lebih suka berita lokal. Merton (1949) menindaklanjuti perbedaan ini dalam studinya tentang Rovere dan mengidentifikasi dua kelompok warga: lokalitas dan kosmopolitan. Daerah yang berorientasi pada masyarakat setempat. terlibat dalam kegiatan sosial berbasis lokal dan terutama menghadiri untuk koran lokal sebagai sumber berita lokal. Kosmopolitan sebaliknya, memiliki orientasi yang lebih luas dan berbagai kegiatan sosial, dan dikonsumsi media dari luar wilayah. Merton telah menunjukkan, dengan kata lain, yang menggunakan media dan partisipasi masyarakat yang reflektions dari sifat-sifat individu. Janowitz (1952) mengambil pendekatan yang berbeda dengan topik masyarakat dan media, dan menekankan peran struktur komunitas dengan memperhatikan penggunaan surat kabar lokal. Seperti Park, Janowitz prihatin tentang peran surat kabar dalam mengintegrasikan individu ke dalam sebuah komunitas. Dia merasa koran lokal dapat memberikan kontribusi untuk konsensus dalam komunitas lokal dan ia meneliti peran keluarga, kohesi sosial dan partisipasi masyarakat di surat kabar komunitas pembaca. Janowitz menemukan bahwa integrasi masyarakat dan keterlibatan masyarakat terkait dengan perhatian yang lebih besar kepada surat kabar lokal.
Hal ini dan lainnya kontribusi untuk hubungan antara media dan masyarakat ditinjau oleh Stamm (1985) dalam studinya tentang penggunaan surat kabar dan hubungan masyarakat. Berdasarkan ulasan ini, Stamm mengembangkan model dimana hubungan masyarakat dapat dilihat sebagai salah satu anteseden atau konsekuensi dari masyarakat yang menggunakan media. Dia menyarankan individu dalam menempatkan dasinya, struktur dan proses yang terkait dengan indiviual itu pembaca surat kabar. Model Stamm menggambarkan surat kabar digunakan di seluruh waktu dan mendalilkan bahwa pada titik-titik yang berbeda di surat kabar komunitas waktu pembaca memberikan kontribusi untuk membangun hubungan masyarakat dan di lain waktu terjadi sebaliknya: hubungan masyarakat berkontribusi terhadap penggunaan surat kabar. Baris ini penelitian baru-baru ini telah diperpanjang oleh Westerik (2001) melalui konstruksi dan pengujian model kasual yang melibatkan ini dan variabel lainnya.
Gelombang Kedua: Community Media Elektronik
Dengan perkembangan teknologi rekaman video portabel dan sistem distribusi televisi kabel pada akhir tahun 1960 dan awal 1970-an , dorongan baru yang menarik untuk dikembangkan secara geografis didefinisikan serta kelompok spasial tersebar untuk menggunakan teknologi komunikasi ini untuk inisiatif dan tindakan masyarakat . Penggunaan alat-alat elektronik tersebut komunikasi dalam banyak hal perpanjangan teknologi cetak mesin stensil dan teknologi mesin cetak memperkenalkan satu dekade sebelumnya selama tahun 1960-an ketika budaya dan politik kontra kelompok mendirikan surat kabar mereka sendiri , yang dikenal sebagai pers bawah tanah atau alternatif .
Media dalam konteks ini juga diciptakan media komunitas dan istilah ini mengacu pada berbagai macam bentuk dimediasi komunikasi : media elektronik seperti radio dan televisi , media cetak seperti koran dan majalah , dan inisiatif jaringan elektronik kemudian merangkul karakteristik baik tradisional media cetak dan elektronik . Cara di mana televisi komunitas adalah mendefinisikan khas inisiatif skala kecil ini dibuat oleh orang-orang lokal yang berbeda dari staf stasiun profesional , dimaksudkan untuk bertanggung jawab atas ide-ide dan produksi program yang dihasilkan . Anggota masyarakat umumnya terlibat dalam semua fakta kegiatan stasiun dan menjalankan kontrol atas hari ke hari dan masalah kebijakan jangka panjang.
Media baru seperti radio dan televisi komunitas yang fokus penelitian di seluruh Eropa Barat dan Amerika Utara. Beberapa ulasan sketsa bagaimana kelompok dimanfaatkan media elektronik skala kecil tersebut untuk tujuan politik dan budaya. Studi Eropa suara ini rakyat, yang dilakukan selama tahun 1970 dan 1980, dikumpulkan dalam sebuah antologi mendokumentasikan perkembangan dan dampak. Dalam pengantar buku ini editor mengungkapkan afinitas mereka dengan tujuan maka media baru:
Kami dibawa oleh mimpi mengembangkan atau membangun kembali rasa kebersamaan dalam perumahan baru dan penuaan lingkungan, dan menerapkan ini media baru untuk tugas itu. Kadang-kadang media yang berorientasi masyarakat baru dimaksudkan untuk hanya menginformasikan audiens mereka kejadian. Kadang-kadang mereka pergi langkah lebih lanjut dan berusaha untuk memobilisasi warga dalam upaya untuk membawa perubahan dan perbaikan. Kadang-kadang tujuan emansipatoris yang tertanam dalam pemrograman stasiun.
Dalam penilaian tujuan tersebut, Prehn (1992) menunjukkan bahwa penggagas media komunitas yang sering berlebihan kebutuhan orang untuk mengekspresikan diri melalui media. Perhitungan ini sering meningkatkan kesulitan mempertahankan tingkat yang diperlukan produksi pemrograman untuk jadwal siaran didirikan. Dan masalah ini menyebabkan pembentukan struktur organisasi profesional bertentangan dengan tujuan-tujuan yang berorientasi masyarakat asli.
Warisan gelombang ini kegiatan yang berhubungan masyarakat dan media campuran. Tentu aspirasi tetap utuh, seperti yang akan ditunjukkan dalam bagian berikutnya, tetapi hasil dari banyak inisiatif untuk mencapai suara alternatif menjangkau khalayak yang dimaksudkan tidak jelas. Dalam penilaian secara keseluruhan percobaan nasional dengan media elektronik masyarakat di Belanda, para peneliti menyarankan bahwa kontribusi media masyarakat untuk proses pembangunan masyarakat bekerja terbaik dalam situasi di mana rasa masyarakat sudah mapan. Di daerah perumahan pendek pada modal sosial, tampaknya seolah-olah media komunitas dapat berbuat banyak untuk membuat hal-hal yang lebih baik.
Kepedulian dengan media komunitas di daerah-daerah memperoleh kembali minat dengan inisiasi OURMedia, sebuah kelompok yang terdiri dari kedua praktisi dan akademisi aktivis. Sejak pertemuan pertama pada tahun 2000, kelompok ini telah menjamur dalam ukuran dan ruang lingkup, setelah bertemu pertahun, baik di Utara dan Amerika Selatan. Website OurMedia merupakan sumber daya berharga untuk diperpanjang dan beasiswa terbaru. Sebagian besar pekerjaan oleh anggota kelompok ini telah terinspirasi oleh diskusi media warga, yang diprakarsai oleh Rodriguez (2001) dan media alternatif, diuraikan oleh Atton (1999).
Mengubah Formula Komunitas
Masyarakat telah disebut banyak hal. Nisbet (1966:47) menganggap salah satu yang fundamental dan luas adalah konsep sosiologi. Meskipun hal mendasar, sosiolog tidak berhasil dalam mencapai konsensus mengenai apa yang sebenarnya dimaksudkan dengan istilah. Dalam inventaris yang diambil selama masa kejayaan keprihatinan sosiologis, Hillery (1955) dikumpulkan 94 definisi yang berbeda dari konsep. Kebanyakan makna telah menyebabkan beberapa meragukan manfaatnya ilmiah. Dalam entri dalam kamus otoritatif Sosiologi, misalnya, penulis memperkenalkan konsep sebagai salah satu yang lebih sulit dipahami dan samar-samar dalam Sosiologi dan yang sekarang sebagian besar tanpa makna tertentu (Abercrombie et al.1994:75).
Masyarakat sebagai konsep-konsep populer telah terbukti sangat tahan terhadap serangan tersebut, namun, dan telah memperoleh kehidupan baru di pengajaran akademis sejak diskusi tentang berbagai bentuk komunitas virtual, diduga muncul di dunia maya. Telah tertangkap, sekali lagi, imajinasi kolektif, begitu banyak sehingga sebagian ulama internet meratapi penggunaan dan berlebihan dari masyarakat dalam pers populer dan ilmiah (Dyson, dikutip dalam Cherny, 1999:247). Hal ini aman untuk mengatakan bahwa konsep masyarakat sebagai pusat studi sekarang internet sebagai adalah selama tahun-tahun sebelumnya sosiologi. Perbedaan utama tampaknya menjadi pengalihan penekanan dari geografis tempat perasaan atau rasa secara kolektif.
Ini bagian dari jejak pembangunan dan perubahan formulasi utama masyarakat dari periode awal sosiologi melalui dekade Chicago School dan penelitian tindak lanjut berikutnya. Lebih baru reorientasi teoritis dan metodologis, dengan penekanan pada hubungan sosial, dianggap sesudahnya. Akhirnya, diskusi dan upaya untuk mendefinisikan masyarakat dalam konteks internet ditangani dengan beberapa panjang, dan baru formulasi komunitas dalam lingkungan ini yang disorot.
Awal Konseptual Sosiologis di Masyarakat
Diskusi komunitas dalam disiplin sosiologi sering dimulai dengan kontribusi dari Tonenies (1887/1957), terutama nya formulasi Gemeinschaft dan Gesellschaft. Gemeinschaft, biasanya diterjemahkan sebagai komunitas, mengacu pada hubungan yang intim, abadi dan didasarkan pada pemahaman yang jelas tentang dimana setiap orang berdiri dalam masyarakat (Bell dan Newby, 1972:24). Ditemukan dalam masyarakat pra-industri, hubungan ini terasa budaya homogen dan sangat dipengaruhi oleh lembaga-lembaga seperti Gereja dan keluarga. Inti dari Gemeinschaft melibatkan keterikatan sentimentil dengan Konvensi dan adat-istiadat tempat tercinta diabadikan dalam tradisi yang diturunkan oleh generasi keluarga (Newby, 1980:15)
Istilah Tonnies Gesellschaft umumnya diterjemahkan sebagai masyarakat atau asosiasi, dan mengacu pada skala besar, impersonal, calculatif dan kontrak hubungan (Newby, 1980:15) diyakini dapat meningkatkan selama periode industrialisasi pada pergantian abad kesembilan belas. Tindakan-tindakan berdasarkan keuntungan mereka potensi untuk individu. Hubungan kontrak dan fungsional tertentu. Karena orientasi individu, Gesellschaft dicirikan oleh keadaan terus-menerus ketegangan.
Konstruksi ini harus dilihat sebagai tipe ideal, sebagaimana dimaksud Tonnies. Selanjutnya, penting untuk menyadari bahwa, untuk Tonnies, wilayah itu tetapi salah satu faktor masyarakat. Kapalnya dimaksudkan untuk menandai seluruh masyarakat, komunikasi serta komunitas (Newby, 1980:16. Namun demikian, penekanan berikutnya studi sosiologis yang menekankan dimensi lokalitas, seperti halnya Wirth (1938) eksposisi pada kehidupan perkotaan dan Redfield (1947) elaborasi dualitas Tonnies ke dalam sebuah kontinum pedesaan-perkotaan yang disebut. Wirth, misalnya, terkenal karena menekankan bahwa tempat kami tinggal memiliki pengaruh yang sangat besar pada cara kita hidup (Newby, 1980:18). Pemusatan ide-the lokalitas-datang di bawah meningkat tantangan berkat temuan penelitian yang lebih baru. Gans(1962), misalnya, mengambil masalah lama kemudian dengan premis dasar dalam karya Wirth dan Redfield, dan berpendapat bahwa gaya hidup ditentukan bukan oleh lokalitas tetapi dengan variabel-variabel lainnya, terutama sosial kelas dan tahap dalam siklus hidup
Ikatan Sosial Sebagai Indikator Komunitas
Bagi sebagian orang, perdebatan di sekitar komunitas memiliki karakteristik dari jalan buntu. Stacey (1974), misalnya, merasa sosiolog harus membuang konsep masyarakat sama sekali karena lading yang normatif dan karena perselisihan definisi yang substansial. Proposal nya adalah untuk berkonsentrasi pada peran institusi dalam daerah-daerah tertentu.
Usulan lain juga telah dibuat, dan salah satu yang paling menarik adalah argumen yang dibuat mengenai hubungan sosial dalam memahami banyak masalah sebelumnya berkumpul di bawah konsep masyarakat. Pusat pendekatan yang diambil di sini adalah jaringan analisis-pemeriksaan hubungan (hubungan) antara individu, kelompok lembaga (node). Pendekatan ini memungkinkan penelitian untuk menghindari istilah nilai-sarat masyarakat. Sama pentingnya, pendekatan yang membuka penyelidikan di seluruh pemukiman: pedesaan dengan perkotaan, pinggiran kota dengan metropolitan.
Analisis jaringan sosial telah menjadi penyebab celebre dalam banyak karya Wellman dan rekan-rekan (Wolverhampton et al., 1999;Wellman, 1997, 1999;Wellman dan Berkowitz, 1998, 1997), dan baru-baru ini dalam penyelidikan mereka dari pemanfaatan jaringan elektronik wilayah penghunian (misalnya Hampton dan Wellman, 2000;Wellman dan Hampton, 1999). Dalam sebuah diskusi tentang apa yang dia sebut masyarakat pertanyaan Wellman (1999) menjelaskan fitur dan nilai dari analisis jaringan sosial. Pendekatan jaringan, menyatakan, menghindari perspektif penelitian tingkat individu, tetapi sebaliknya menumpukan hubungan antara node atau unit jaringan. Pendekatan ini menyediakan kesempatan untuk mempertimbangkan fitur tersebut kesempatan untuk mempertimbangkan fitur tersebut seperti kepadatan dan sesak hubungan, tingkat heterogenitas antara unit dalam jaringan, dan dampak yang koneksi dan posisi dalam jaringan mungkin memiliki tindakan individu atau kolektif.
Komunitas maya
Seperti telah disebutkan, Rheingold ini mungkin lebih bertanggung jawab daripada orang lain untuk membangkitkan minat dan antusiasme untuk komunitas virtual. Bukunya komunitas virtual. Homesteading di perbatasan elektronik (2000) memberikan sekilas pribadi seperti apa hidup ini di dunia bawah dunia maya. Menggambar pada bertahun-tahun pengalaman pribadi di salah satu komunitas virtual pertama, sumur (seluruh bumi Lectronic Link), Rheingold menguraikan berbagai kegiatan peserta ikut serta dalam sementara di lingkungan virtual, berbagai sekitar luas seperti yang dibayangkan:
(orang-orang dalam komunitas virtual menggunakan kata-kata pada layar bersenda gurau dan berpendapat, terlibat dalam diskursus intelektual, melakukan perdagangan, pertukaran pengetahuan, berbagi dukungan emosional, membuat rencana, brainstorming, gosip, perseteruan, jatuh cinta, mencari teman dan kehilangan mereka, bermain game, bermain-main, membuat sedikit tinggi seni dan banyak omong kosong. Orang-orang dalam komunitas virtual melakukan hampir semua orang lakukan dalam kehidupan nyata, tetapi kami meninggalkan tubuh kita. Anda bisa berciuman dengan siapa saja dan tidak bisa memukul Anda di hidung, tapi banyak yang bisa terjadi dalam batas-batas-1993b:3)
Rheingold telah sering dikritik untuk mengambil sikap berlebihan gembira dan tidak kritis mengenai komunitas virtual (misalnya Fernback dan Thompson, 1995b) dan kurang teoretis kecanggihan dalam pendekatannya. Kedua kritik memiliki gelar kebenaran, tetapi stan di sama waktu menyesatkan dan salah. Meskipun Rheingold pasti berharap tentang kontribusi yang komunitas virtual dapat memperkaya kehidupan kolektif, ia adalah pada saat yang sama tidak pasti tentang apakah bahwa upaya akan berhasil dan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dalam arah ini. Sebagai contoh, dia berspekulasi, fragmentasi, hierarchization, rigidifying batas-batas sosial, dan single-ceruk koloni orang-orang yang berbagi intoleransi bisa menjadi lazim di masa depan (1993b:207).
Alam mencekam tersebut telah tidak terhalang bunga, namun, dan Jones mungkin telah melakukan lebih untuk menempatkan studi komunitas online pada agenda akademik daripada individu lain. Sebagian besar melalui dua diedit volume pada apa yang disebutnya cybersociety (Jones, 1995a: 1998a), tetapi juga melalui koleksi on virtual budaya (Jones, 1999), dia telah membawa bersama-sama massa kritis akan peneliti prihatin dengan masyarakat di dunia maya
Jones megatur panggungnya dalam pengantar esai dalam dua jilid di cybersociety (Jones, 1995b, 1998b) untuk sisa kontribusi. Ia membahas dan problematis kemungkinan komunitas yang didasarkan pada bentuk komunikasi komputer-dimediasi, dan kritik posisi yang sering dipertanyakan oleh sosiolog masyarakat yang secara otomatis menghubungkan masyarakat dengan wilayah ini, dengan tempat geografis. Jones, seperti Bender (1978) dan lain-lain sebelum dia, berpendapat identifikasi seperti merampas konsep masyarakat esensinya keliru memberikan prioritas kepada organisasi kemudahan. Jones juga menarik dari konseptualisasi dari komunikasi sebagai bentuk ritual, mengutip mentornya James Carey. komunikasi di bawah pandangan transmisi adalah perpanjangan dari pesan di geografi untuk keperluan kontrol, di bawah pandangan ritual upacara Suci yang menarik orang-orang bersama-sama dalam persekutuan dan kesamaan (Carey, 1989:18, dikutip dalam Jones, 1995b:12).
Ada perasaan yang luar biasa bahwa komunitas baru sedang dibuat, bersama dengan bentuk-bentuk baru dari masyarakat. Komunitas virtual ini dapat mengambil bentuk baru aptly dinyatakan untuk Jones dalam definisi yang disarankan oleh batu (1991:85): ruang incontrovertibly sosial di mana orang masih bertemu tatap muka, tetapi di bawah definisi baru bertemu dan wajah maya masyarakat adalah Bagian poin untuk koleksi keyakinan Umum dan praktek-praktek bahwa orang Amerika yang dipisahkan secara fisik (dikutip di Jones1995b:19).
Serangkaian kontribusi teoritis masyarakat dalam jilid Jones telah disiapkan oleh Frenback (1997,1999; Lihat juga Fernback dan Thompson, 1995a, 1995b). Alamat Fernback kontribusi dari sosiolog awal Tonnies dan Simmel, tetapi dia juga Tinjauan kontribusi dari Dewey dan lebih baru sastra dari communitarians baru Etzioni (1993) dan Bellah et al. (1985). Tidak seperti beberapa deskripsi sebelumnya komunitas, dia menekankan sifat dinamis dari konsep: sebagai masyarakat berkembang secara bersamaan (Fernback, 1997). Ketegangan arus saat ini konsep yang dikenal sebagai komunitas virtual yang ia mendefinisikan sebagai hubungan sosial ditempa di dunia maya melalui kontak diulang dalam batas tertentu atau tempat (misalnya konferensi atau chat jalur) yang secara simbolis digambarkan oleh topik yang menarik (Fernback dan Thompson, 1995b).
Salah satu fitur yang mencolok dan bermasalah dari komunitas virtual, menurut Fernback dan Thompson (1995b), adalah pada fluiditas dari Asosiasi individu mungkin memiliki komunitas seperti itu. Individu dapat menjadi aktif dan menonjol dengan cepat, dan hanya sebagai cepat hilang sama sekali: meninggalkan komunitas virtual mungkin semudah mengubah saluran pada pesawat televisi. Fluiditas tersebut mungkin memiliki konsekuensi, mereka menunjukkan, untuk stabilitas masyarakat virtual untuk tingkat yang lebih besar daripada kasus untuk kehidupan nyata atau komunitas offline. Untuk alasan ini, mereka pesimis tentang potensi komunitas online untuk berkontribusi lanskap sudah terfragmentasi ruang publik.
Dalam pekerjaan berikutnya Frenback membandingkan karakteristik komunitas virtual dan budaya Amerika. Prinsip-prinsip kebebasan berbicara, individualisme, kesetaraan dan akses terbuka dikaitkan dengan komunitas virtual, ia klaim, dan minat simbolis yang sama yang mendefinisikan karakter Amerika demokrasi (Fernback, 1997:39). Masih ditunjukkan bahwa karakteristik di atas dikaitkan dengan komunitas virtual universal, tetapi bahkan yang harus terjadi tetap terutama Serikat etnosentris untuk mengidentifikasi mereka dengan ikon budaya Amerika. Kepicikan tersebut tampaknya tidak pada tempatnya dalam definisi, tidak dibatasi oleh batas-batas geografis atau manifestasi budaya bangsa-negara tertentu.
Van Dijk (1998) mengambil pendekatan yang berbeda untuk topik komunitas virtual dari Jones dan Fernback. Ia set, pertama-tama, tugas untuk menentukan apakah konstruksi sosial tersebut dapat mengimbangi arti yang umum dari hilangnya komunitas yang berlaku di masyarakat. Ia kemudian memberikan definisi kerja komunitas virtual yang mirip dengan formulasi lainnya, apa-apa yang mereka adalah masyarakat yang tot terikat pada tempat tertentu atau waktu, tapi yang masih melayani kepentingan umum dalam realitas sosial, budaya dan mental yang mulai dari umum untuk kepentingan-kepentingan khusus atau kegiatan (1998:40). Berdasarkan Tinjauan beberapa literatur tersedia pada masyarakat, Van Dijk distils keempat karakteristik katanya umum untuk semua masyarakat: memiliki anggota, organisasi sosial, bahasa dan pola interaksi, dan budaya dan identitas umum. Karakteristik ini kemudian digunakan untuk membandingkan komunitas virtual. Latihan ini mengarah pada tipologi jenis ideal dimana komunitas virtual adalah
Tabel 2.1 tipe ideal dari organic dan komunitas maya
Karakteristik
Organik
Maya
Komposisi dan aktivitas

Organisasi sosial
bahasa dan interaksi
budaya dan identitas
Ikatan kelompok (umur)
Beberapa aktivitas
Terikat pada waktu dan tempat
Verbal dan nonverbal
Homogen
Keanggotaan yang renggang
Aktifitas khusus
Tidak terikat waktu dan tempat

Heterogen

Dengan ini typology di tangan, van dijk merumuskan pusat studi: pertanyaan tentang sejauh mana masyarakat virtual bisa menggantikan komunitas organik dan memberikan kekuatan untuk countervail sekarang proses fragmentasi sosial dan individualisasi? ( 1998: 48 ).Meninjau kesimpulan berdasarkan awal cmc penelitian, dia menyatakan bahwa kelompok elektronik akan datang untuk menyerupai rekan-rekan mereka organik mengenai struktur dan aturan., secara keseluruhan komunitas virtual kesimpulan itu tidak dapat merebut kembali kehilangan komunitas di masyarakat, sebagian besar karena identitas budaya dan dibuat terlalu parsial, heterogen dan cairan untuk menciptakan rasa yang kuat dari keanggotaan dan belonging ( 1998: 59 ).Ia berpendapat bahwa kualitas wacana itu miskin dan asli dialog yang hilang. Terbaik, komunitas organik dapat virtual tambahan masyarakat, tetapi tidak mampu untuk menggantikan mereka, menurut van dijk.
Pernyataan di atas mungkin berfungsi sebagai hipotesis, tapi itu terlalu dini untuk menarik kesimpulan. Studi empiris yang diperlukan untuk mendukung klaim tersebut belum dilakukan. Dalam review oleh salah satu dari beberapa orang yang telah dilakukan kerja lapangan etnografi diperpanjang dari komunitas online, Baym mendukung kritik ini: kita tidak memiliki taman empiris untuk menilai bagaimana (atau jika) komunitas online mempengaruhi komunitas offline (1998:38).
Baym (1995, 1998, 1999), selain memberikan wawasan kaya newsgroup Usenet ditujukan untuk diskusi opera sabun televisi, juga menguraikan pada model teoritis komunitas online. Dia prihatin dengan pemahaman bagaimana masyarakat itu mengembangkan dan menampakkan diri, dan apa yang terjadi selama proses secara online yang mengarah peserta mengalami fenomena ini virtual sebagai masyarakat. Baym mengembangkan apa yang dia sebut model yang muncul dari komunitas online (1998:38). Dia berpendapat bahwa lima fitur yang sudah ada mempengaruhi karakter komunitas online: konteks eksternal, sementara struktur, infrastruktur sistem, kelompok tujuan dan karakteristik dari peserta. Fitur ini menimpa pada pengembangan komunitas online mengenai kelompok tertentu bentuk ekspresi, identitas, hubungan dan normatif conventions(1998:38).
Model Baym mengembangkan untuk komunitas online dapat diwakili UML seperti digambarkan dalam tabel 2.2. di sini, beberapa istilah asli nya telah diganti, dan kategori temporal dan infrastruktur sistem telah digabungkan. Sel-sel dalam tabel bisa berisi ringkasan data komunitas online tertentu, seperti r.a.t.s. newsgroup opera sabun televisi dalam kasus Baym studi. Model, sekali diterapkan ke sejumlah komunitas online, memberikan kesempatan untuk analisis komparatif. Baym mencatat bahwa tujuan keseluruhan model nya adalah untuk tidak prediktif di alam, tetapi untuk memberikan sebuah bentuk kerangka yang memahami bagaimana masyarakat berkembang. Meskipun setiap komunitas mungkin unik, karena Dia berpendapat, model tetap menyediakan pedoman untuk membandingkan komunitas online.
Elaborasi lain dari makna dari komunitas virtual datang dari bidang linguistik.Dalam kasus belajar dari sebuah tutupan multi-user ( lumpur ), cherny ( 1999 ) ulasan definisi untuk pidato komunitas, komunitas wacana dan masyarakat dari praktek.Mengikuti hymes ( 1972 ), cherny ( 1999: 13 ) menunjukkan bahwa sebuah berbicara dan menafsirkan kinerja. komunikatifAnggota dari sebuah pembicaraan masyarakat menggunakan bahasa untuk menggambarkan batas-batas masyarakat, untuk kesatuan anggotanya dan jadi mengecualikan orang lain.
Tabel 2.2 model komunitas online: karakter dan masukan

masukan
Karakteristik
Komunikasi
Identitas
Hubungan
Norma
Isi
Struktur
Objek
Partisipan

Wacana masyarakat, seperti yang diuraikan oleh Gurak (1997:11), bersangkutan dengan penggunaan wacana untuk tujuan aksi sosial di arena publik. Bentuk komunitas menyerupai u2019% interpretatif komunitas yang mana bahasa komposisi sarjana menyinggung. Akhirnya, komunitas praktek mengacu pada hubungan yang dipelihara oleh orang-orang di seluruh waktu yang terlibat dalam serangkaian kegiatan kolektif. Peserta berbagi pemahaman umum kegiatan mereka dan makna yang dinisbahkan kepada mereka. Meskipun perbedaan di antara syarat-syarat ini tidak selalu jelas, mereka secara kolektif menyarankan jalan baru untuk pemahaman masyarakat dari perspektif mana penggunaan bahasa pusat. Perspektif linguistik yang tampaknya sangat tepat untuk komunikasi komputer-dimediasi karena fokus pada bentuk bahasa dan wacana.
Lain pembangunan saat ini adalah infus modal sosial konsep ke dalam diskusi dan penyelidikan komunitas virtual (misalnya Blancharu dan Horan, 1998). Dipopulerkan oleh Putnam (1993,1995,2000), modal sosial dapat dilihat sebagai varian terbaru dari tradisi tua pengembangan masyarakat, komunitas bekerja dan inisiatif aksi masyarakat terkemuka di Amerika Serikat pada tahun 1960. Riedel et al.(1998) memeriksa adanya modal sosial di jaringan masyarakat di sebuah desa di kota di Minnesota, berfokus pada tiga komponen: kepercayaan interpersonal, norma-norma sosial dan keanggotaan Asosiasi. Komponen modal sosial juga digunakan dalam sebuah studi jaringan komunitas digital di Den Haag (jankowski et al., 2001) serta dalam studi Netville di pinggiran Toronto, dijelaskan secara lebih rinci nanti (Hampton dan Wellman, 2003).
Studi Ilustrasi Media Baru dan Komunitas
Berbagai formulasi masyarakat yang disajikan dalam bagian sebelumnya telah menemukan refleksi dalam banyak studi empiris media. Di sini, ilustrasi disediakan untuk tiga bidang penelitian: media-skala kecil elektronik, komunitas online berbasis fisik, dan diskusi publik dan debat di internet. Meskipun penelitian dari daerah lain bisa dipilih (misalnya pengembangan masyarakat dan budaya desain dan bahasa, pembentukan identitas dan komunitas virtual berorientasi komersial), studi yang disajikan di sini menggambarkan beberapa pekerjaan saat ini sedang dilakukan di sekitar masyarakat dan Media.
Skala Kecil Media Elektronik
Sebuah kompilasi baru-baru ini penelitian media komunitas ( Jankowski , 2001) mengandung bagian dari empat bab yang ditujukan untuk isu-isu dan ilustrasi dari ranah publik sebagai terkait dengan komunitas radio televisi . Di sana, Mitchell ( 2001) mengeksplorasi bagaimana radio komunitas perempuan dapat berfungsi sebagai alat untuk pemberdayaan perempuan . Dengan data empiris dari stasiun radio perempuan dan proyek di seluruh Eropa , Mitchell meneliti bagaimana radio dapat digunakan untuk mengembangkan ruang publik feminis . Coleman ( 2001) memberikan analisis dari program radio telepon di republik Irlandia dan mempertimbangkan bagaimana program-program ini dapat memberikan kontribusi terhadap pertukaran yang lebih baik antara kelompok-kelompok yang berbeda dalam masyarakat itu. Dia berpendapat bahwa ini dari wacana memberikan kesempatan untuk komunikasi yang seharusnya tidak mungkin kontribusi sulit oleh Stein ( 2001) menilai peran publik – akses televisi dalam komunikasi politik di negara-negara Amerika . Dia meneliti penggunaan politik akses televisi dalam proyek media radikal dan berpendapat bahwa media tersebut menjadi tuan rumah berbagai pidato demokratis absen dari industri media tradisional . Akhirnya , Barow ( 2001) meneliti kebijakan dan praktek masyarakat tiga stasiun radio di Australia mengenai fitur kunci dari sektor penyiaran . Sementara semua stasiun tampaknya untuk memberi penghormatan kepada prinsip-prinsip akses dan partisipasi , ia menemukan bahwa tiga stasiun berbeda secara substansial dalam praktik mereka . Selain itu, semua stasiun tunduk pada ketegangan yang disebabkan oleh kekhawatiran profesionalisasi , penetrasi dan komersialisasi radio komunitas .
Komunitas Virtual Berbasis Efek
Pada dasarnya ada dua kategori komunitas virtual: mereka yang memiliki hubungan yang berbeda dengan wilayah geografis dan orang-orang yang tidak memiliki mengikat tersebut dengan ruang tertentu. Freenets, PENS, jaringan informasi masyarakat dan kota-kota digital adalah beberapa jenis komunitas virtual berbasis fisik. Preferensi dalam diberikan kepada istilah "jaringan komunitas digital" untuk menggambarkan komunitas virtual dalam kategori ini. Dua studi terbaru ini komunitas virtual berfungsi sebagai ilustrasi dari penelitian yang dilakukan di daerah ini.
Penyelidikan pertama , yang dilakukan oleh perak (2000) , memberikan analisis komparatif Blacksburg Electronic Village ( BEV ) di Virginia ( lihat juga Kavanaugh dan Patterson , 2002) dengan jaringan komunitas seattle di negara bagian Washington . Silver peduli dengan perbedaan dalam pengembangan , desain dan penggunaan dua jaringan komunitas digital ini . Mengenai pengembangan , perak mencatat bahwa Blacksburg Electronic Village pada dasarnya adalah sebuah prototipe dari pendekatan top-down di mana sejumlah besar modal yang diinvestasikan untuk membangun sebuah keadaan fasilitas seni . Perak menunjukkan bahwa sekelompok kecil pelaku orang dari industri lokal , pemerintah dan universitas yang terletak di kota dikandung dalam inisiatif , dibiayai dan membawanya ke tingkat operasional . Keterlibatan organisasi masyarakat , kelompok dan warga negara selama proses ini sangat minim . Keterlibatan oleh Blacksburg penduduk setelah konstruksi situs datang menyerupai perilaku konsumen daripada anggota masyarakat . Menurut o perak , penggunaan paling umum dari BEV adalah untuk tujuan komersial : untuk men-download kupon , cek film kali , atau membeli barang secara online .
Komunitas seattle Jaringan Sebaliknya, dikandung oleh kumpulan yang luas dari organisasi masyarakat dan kelompok-kelompok dari tahap awal perkembangannya. Kesatuan masyarakat ini terlibat dalam perak apa dan lain-lain (misalnya Harrison dan zappen, 2003; Schuler dan Namioka, 1993) menyebut desain partisipatif, dan mereka memutuskan kebijakan secara keseluruhan dan stucturefor jaringan komunitas. Dalam hal ini, jaringan mencerminkan 'bottom-up' inisiatif dan dimaksudkan untuk melayani sebagai alat untuk pengembangan masyarakat. Jaringan komunitas seattle dipromosikan melalui lokakarya dan program penjangkauan, dibuat dapat diakses melalui fasilitas umum seperti perpustakaan dan diberikan secara gratis kepada penduduk daerah seattle. Jaringan komunitas ini, menurut perak, datang untuk offer'a kaya budaya, sipil-platform berbasis online sumber daya, bahan, dan forum diskusi dengan dan di mana penduduk seattle dapat berbagi ide, berinteraksi satu sama lain, dan membangun masyarakat.
Penyelidikan kedua jaringan komunitas digital yang akan disajikan di sini melibatkan 'Netville', sebuah susurb kabel yang terletak di pinggiran Toronto. Netville adalah kompleks sekitar 120 rumah dirancang dan dibangun pada pertengahan tahun 1990. Sebuah fitur khusus dari subsurb ini, yang membedakannya dari kebanyakan orang lain di Amerika utara , adalah bahwa itu dilengkapi dari awal dengan jaringan elektronik lokal yang mampu memberikan akses Internet kecepatan tinggi, fasilitas videophone komputer, berbagai musik, healt dan jasa hiburan dan forum lingkungan discustion. Fitur-fitur ini secara luas dipromosikan selama rumah dijual awal di real dan konsorsium riset khusus yang didirikan untuk memantau teknikal dan pembangunan sosial.
Ilmu sosial lapangan dilakukan oleh Hamptom (2001) yang menjadi perhatian adalah untuk mengetahui pengaruh keadaan seperti infrastruktur seni komunikasi mungkin pada hubungan sosial yang penduduk memelihara dengan tetangga, teman, kerabat, online dan off line. Penelitian ini didasarkan pada premis berdiri lama dikembangkan dan sering didalilkan oleh 'sekolah Totonto' studi masyarakat (misalnya Wellman, 1997,1999), menunjukkan bahwa masyarakat tidak kebutuhan lokalitas terikat. Posisi ini berpendapat bahwa ikatan sosial merupakan ciri utama dari masyarakat dan tidak localy, dan bahwa hubungan ini harus mereka lemah atau kuat harus menjadi fokus dari studi empiris masyarakat. Hal ini dalam kata-kata Hampton dan Wellman, 'yang bersosialisasi, interaksi pemberian mendukung yang mendefinisikan masyarakat dan bukan ruang lokal di mana mereka mungkin terjadi.
Netville memberikan kesempatan untuk bidang studi diperpanjang af premis ini, terkait dengan baru 'variabel' dari infrastruktur jaringan elektronik dengan disertai layanan komunikasi. Sebagai bagian dari studi ini, Humpton tinggal di Netville untuk jangka waktu dua tahun dan diintegrasikan ke dalam kehidupan sosial dari lingkungan. Dia berpartisipasi dalam baik online dan offline kegiatan, daftar discustion dan barbecue, dan melakukan apa yang Hampton dan Wellman melakukan survei penduduk mengenai jaringan mereka dari ikatan sosial.
Ditemukan dari survei ini menunjukkan bahwa jaringan elektronik didukung ikatan sosial baik lemah dan kuat rnging dari yang murni fungsional di alam untuk mereka yang didasarkan pada isu-isu sosial dan pribadi . Dalam mencari- ikatan sosial breadthof antara penduduk , Hampton dan Wellman ( 2000 ) melaporkan bahwa mereka warga terhubung ke jaringan elektronik secara signifikan berbeda dari warga tidak terhubung : mereka tahu lebih banyak dari nama-nama tetangga mereka , mereka berbicara dengan dan mengunjungi dengan mereka lebih sering . Penduduk kabel , dengan kata lain mempertahankan ranger yang lebih luas dari kontak sosial daripada rekan-rekan mereka non - kabel . Hampton dan Wellman sugest ini mungkin ada hubungannya dengan kehadiran jaringan elektronik dan terutama karena daftar e-mail lingkungan dipertahankan pada jaringan untuk penduduk . Jaringan tampaknya telah sangat berharga selama periode aksi sosial , yaitu selama konflik dengan pengembang perumahan dan terutama selama konflik tentang penghentian tak terduga ntwork tersebut .
Internet dan Diskusi Publik
Tempat discustion dan debat publik telah menjadi fitur utama dari inisiatif media komunitas selama beberapa dekade , dan fitur ini sama pusat banyak fasilitas berbasis Internet . Newsgroup , daftar diskusi , dan situs khusus dikonstruksi untuk memperdebatkan isu-isu sosial , politik dan budaya berlimpah di Internet . Penelitian empiris mulai muncul sekitar fenomena ini , terutama dari perspektif konsep ruang publik . Salah satu studi yang paling luas sampai saat ini telah dilakukan oleh Schneider ( 1996,1997 ) sekitar kelompok diskusi usent berkaitan dengan aborsi . Selama periode satu tahun , Schneider mengumpulkan 46.000 pesan yang diposting di situs tersebut dan memeriksa mereka sepanjang empat dimensi dianggap pusat Hebermas ( 1989) bangsa lingkup Publc : kesetaraan akses ke arena perdebatan , dan th kualitas atau sejauh mana peserta memberikan kontribusi informantion reivantn dengan topik.
Schneider dioperasionalkan masing-masing dimensi sehingga alanysis kuantitatif dapat dilakukan pada seluruh jumlah posting selama masa studi . H e ditemukan , secara keseluruhan , bahwa kontribusi ke newsgroup yang beragam dalam substansi dan para peserta dipamerkan tingkat yang dapat diterima timbal balik . Meskipun akses ke diskusi secara teoritis terbuka , involment aktual dalam perdebatan yang eature juga relevan untuk dimensi equlity dari ruang publik dalam penelitian ini adalah mencolok rendah. Dari hampir 3.000 kontributor pada diskusi selama periode tahun , kurang dari 0,5 persen bertanggung jawab atas lebih dari 40 persen dari semua postingan . Dengan kata lain sekitar 5 persen dari peserta diposting hampir 80 persen dari kontribusi . Akhirnya , mengenai kualitas dimensi th , Schneider menemukan bahwa kontributor paling sering untuk diskusi adalah yang paling mungkin untuk pesan ' pada topik ' yaitu terkait dengan masalah aborsi . Fitur ini , ge menyarankan, memperburuk ketidaksetaraan tercermin dalam diskusi . Temuan dari penelitian ini menimbulkan keprihatinan serius mengenai kontribusi berbasis internet diskusi untuk debat publik . Meskipun potensi diskusi tersebut dapat menjadi besar , karena schneinder dan lain-lain terus mengulang , tingkat sebenarnya dari involment adalah sangat kecil dan banyak dari apa yang memberikan kontribusi tidak relevan dengan topik.
Meneliti Media Baru dan Komunitas : Metode dan Pertanyaan
Pekerjaan Tidak ada satu metodologi penelitian atau agenda pertanyaan didominasi saat ini sedang dilakukan di sekitar media baru dan komunitas . Seperti digambarkan dalam bagian sebelumnya , penyelidikan yang muncul dari berbagai disiplin ilmu menggunakan alat-alat yang beragam studi dan diarahkan pada berbagai bidang perhatian . Sebagai pluralis seperti lapangan , beberapa metode everiding preferencesfor dan pertanyaan dapat dilihat dan dijabarkan dalam bagian ini .
Metode Penelitian
Mengenai metode penelitian , sekitar satu dekade lalu gambaran dari tempat metode kualitatif dalam mempelajari media komunitas disiapkan ( Jankowski 1991 ) . Kemudian tampak seolah-olah pendekatan ini semakin penting dalam bidang komunikasi massa off studi pada umumnya dan dalam perhatian lebih khusus media skala kecil pada khususnya. ' saatnya kuantitatif ' , tampaknya telah tiba .
Sekarang, melihat studi yang bersangkutan dengan media baru dan masyarakat , tampaknya , sekali lagi , bahwa penelitian kualitatif atau penafsiran yang menonjol . Beberapa studi empiris disebutkan atau disajikan sebelumnya dalam karakteristik fitur bab klasik studi masyarakat lapangan . Pendekatan kuantitatif juga diwakili dalam pekerjaan saat ini , schneiner (1997 ) penyusunan Tugas debat publik usenet newsgroup merupakan analisis kuantitatif canggih dari tubuh yang sangat besar pesan . Hampton ( 2001) menggunakan penelitian survei dan analisis jaringan dalam contex dari studi lapangan sosiologis . Secara umum , minat dalam penelitian survei online substansial . Teks besar pertama pada metode ini telah muncul ( Dillman , 2000) dan telah terjadi berbagai artikel jurnal . Yang hanya masalah waktu sebelum alat koleksi data ini diaplikasikan untuk studi media baru dan komunitas .
Inovasi dalam metode dan metodologi juga sedang dikembangkan . Misalnya, Stromer - dapur anf kaki ( 2002) laporan penelitian berdasarkan wawancara kelompok fokus dirancang untuk mengeksplorasi sifat diskusi publik dan debat di internet .
Banyak penyelidikan saat ini dan yang diusulkan dikonstruksi sebagai studi kasus . Jenis penelitian ini telah mengalami kritik Severen . Dalam membahas studi masyarakat sebagai mehod penelitian summariza beberapa sering menyuarakan pemesanan : ketergantungan exssecive pada pengamat tunggal , kurangnya koleksi data yang sytemtic , perbedaan cukup antara resercher dan obyek penelitian . Baym ( 1999) menjauhkan diri banyak apa yang saat ini lolos untuk ethnoghrapy , tapi untuk alasan yang berbeda . Menyusul kritik etnografi yang dikembangkan oleh Nightingle ( 1996 ) dan tekan ( 1996 ), Baym mencatat bahwa terlalu sering studi aundience online terbatas untuk singkat forays di fiels ditambah dengan wawancara individu dan kelompok .
Selain saran Baym , itu shoud disebutkan bahwa banyak perbaikan telah dicapai di kedua pengumpulan data kualitatif dan analisis sejak Bell dan Newby intimized pemesanan di atas. Misalnya, analisis yang sistematis procedureselaborated oleh mil dan Huberman ( 1994) dan pemanfaatan program komputer untuk membantu analisis kualitatif dan pengembangan dasar teori.
Agenda Penelitian
Selain perkembangan dalam metode , kemajuan lainnya yang dibuat dalam determaining pertanyaan kunci bagi masyarakat dan media . Misalnya, gambaran disediakan kekhawatiran penelitian yang diajukan rusak oleh kontributor volume baru pada media komunitas ( Jonkowski 2001) . Untuk satu area spesifik model telah dibangun di mana pertanyaan penelitian dapat diatasi . Hollander (2000) mengacu pada karya sebelumnya dari Stamm ( 1985) dan mengusulkan hubungan kasual antara struktur masyarakat , karakteristik warga masyarakat individu, lanskap media dan masyarakat menggunakan media. Dia menunjukkan bahwa konfigurasi yang berbeda dari variabel-variabel yang terkait dengan masing-masing faktor di atas. Model oleh Hollander telah dimodifikasi lebih lanjut untuk aplikasi untuk penyelidikan jaringan komunitas digital dan dengan demikian alt Proses kerangka kerja untuk perumusan berbagai kepentingan penelitian . Pertanyaan penelitian utama untuk model ini : untuk apa gelar dan apa cara yang aspek struktur masyarakat , karakteristik individu dan lanskap media yang terkait dengan penggunaan dan keterlibatan dalam komunitas digital betworks oleh penduduk setempat ?
Meskipun tidak tertanam dalam model , pertanyaan penelitian dirumuskan oleh Wellman dan Gulia ( 1999) merupakan suatu agenda rsearch luas untuk komunitas virtual . Mereka berpose tujuh kelompok pertanyaan tentang sifat hubungan online dan hubungan mereka hubungan ofline dan keterlibatan masyarakat .
Baym ( 1999; 210-16 ) dalam kesimpulan dalam studinya sebuah komunitas online penggemar sabun televisi , merumuskan daftar yang lebih kompak dari empat pertanyaan :
1 . Apa kekuatan membentuk identitas online?
2 . Bagaimana masyarakat online berkembang dari waktu ke waktu ?
3 . Bagaimana partisipasi secara online terhubung ke offline hidup ?
4 . Bagaimana komunitas online mempengaruhi masyarakat offline?
Dia tidak , bagaimanapun, memperpanjang pertanyaan-pertanyaan ini ke tingkat model yang dapat mengintegrasikan temuan , di mana arah untuk studi empiris lebih lanjut dapat diberikan . Dalam arti, pengamatan dilakukan beberapa tahun lalu oleh Wellman dan Gulia ( 1999:185 ) masih relevan : " sudah waktunya untuk mengganti dengan bukti anekdot ... jawaban belum ben ditemukan . Memang , pertanyaan-pertanyaan baru mulai dirumuskan ' . Saya hanya akan menambah waktu telah alse datang untuk menghasilkan model berbasis theorycally untuk komunitas online muncul dan jaringan komunitas digital , seperti model yang disajikan di atas ( lihat juga Jankowski di al , 2001) yang relevan dengan alam lain media baru dan komunitas . Pertanyaan penelitian tertanam dalam model tersebut akan memberikan arah dan landasan yang diperlukan hilang dari banyak gelombang saat studi kasus yang berbeda berkaitan dengan masyarakat dan media baru .





 Struktur komunitas   
·         Ukuran populasi dan homogenitas
·         sejarah
·         Perkotaan / pedesaan dimensi
·         Isues sosial , politik dan budaya
·         Hubungan wilayah ot sekitarnya

 
Bagan 2.1




 jaringan komunitas Digital : penggunaan dan keterlibatan
·         Exposure dan penggunaan
·         fungsi
·         partisipasi

 
 
















1.                  Apa yang menjadi pokok bahasan dalan chapter ini?
Bab ini menelusuri hubungan antara media (baru) dan masyarakat. Bagian pertama dari tiga periode sejarah ketika hubungan antara masyarakat dan media menjadi bahasan sentral. Sebuah deskripsi singkat dari media baru juga disediakan di sini. Yang kedua membahas transformasi konsep masyarakat dari awal studi sosiologis lokalitas-berorientasi yang dilakukan dari pemeriksaan multidisiplin fasilitas komunikasi berbasis internet di mana tempat geografisnya tidak ada. Bagian ketiga memberikan ilustrasi dari tiga jenis studi terkait masyarakat dan media: media elektronik skala kecil, jaringan informasi masyarakat, dan diskusi publik dan debat melalui jaringan elektronic. Bagian keempat dan terakhir meneliti pendekatan metodologis utama dan menunjukkan kontur agenda penelitian berorientasi pada eksplorasi lebih lanjut dari antarmuka antara masyarakat dan media baru.
2.                  Isu mengenai dampak media selalu menjadi perbincangan yang menarik, coba anda jelaskan mengenai aspek positif dan negatif bagi masyarakat yang diakibatkan oleh kehadiran (teknologi) media?
Media terknologi yang makin berkembang ialah wadah untuk membatu memberikan informasi dan pengetahuan yang berkembang. seperti maraknya dunia bloging, forum komunitas-komunitas, membuat group di facebook dll, yang masing-masing menonjolkan kemampuan dan kereatifitas mereka di dunia maya. Hal ini patut kita contoh, lebih-lebih kita sebagai generasi Umat Islam perlu memamfaatkan kemajuan teknologi sebagai media da’wah adalah langkah aplikative untuk memerangi sisi negative dari kemajuan teknologi. Mamfaat secara positif kemajuan teknologi itu sendiri memberikan value yang tidak terbatas, media layanan E-mail dan website membantu kita berhungan di penjuru Negara manapun untuk berkomuniskasi baik itu urusan bisnis, perkantoran ataupun pribadi. Namun, masalah lain yang lebih urgen yang berkaitan dengan perkembangan media teknologi itu sendiri ialah Dunia maya. Dunia maya sebagai gudang informasi dan ilmu pengetahuan, namun tidak semua hal positif kita dapat disini. Seperti kita ketahui bersama, di saat sekarang ini banyak sekali anak umur 9-12 tahun telah menyaksikan materi pornografi, yang di akses dari internet.
Hal yang membuat aku perhatin terhadap perkembangan teknologi sekarang ini adalah banyaknya kasus bugil di depan kamera. Inilah sisi negative lain dari kemajuan tenknologi. Dengan jumlah 231 juta penduduk Indonesia, inilah yang harus kita sadari bahwa kemajuan terknologi berdampak baik dan buruknya. Dan kita tidak bisa di katakan belum siap menerima kemajuan itu sendiri,karena mau tidak mau perkembangan dunia tekonologi yang sudah menjadi kebutuhan kelengkapan aktifitas. Hanya mengenai kendala SDM yang belum merata merupakan Pekerjaan rumah bangsa ini, tantangan dalam penguasaan bahasa asing merupan hal pokok kunci menguasai teknologi itu sendiri. Kalau penguasaan bahasa itu tinggi maka kita akan menjadi bagian dari dikurs global, tetapi kalau penguasaannya rendah ini adalah masalah. Memandang positif dan negatif kemajuan teknologi, bagi kemaslahan bangsa dan umat islam khususnya. Adalah control secara internal mulai dari keluarga untuk mengenalakan dan mengawasi anak didik dari dampak negatif itu sendiri, dan pemerintah khususnya badan-badan yang bewenang menangani untuk mengambil langkah tepat untuk mengurangi dampak dari kemajuan sisi buruk teknologi itu sendiri. kian pesatnya kemajuan teknologi jangan kita jadikan hantu boomerang untuk kita tidak berani terbuka dan maju.peran penting bangsa elemen-elemen pemerintah, masyarakat dan keluarga adalah payung untuk menghindari dan mengurangi dampak negatif media itu sendiri.
Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik). Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak (dalam hal ini provider) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet. Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri (bagaikan nomor telepon) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer (PC) untuk menjadi pelanggan ataupun untuk mengakses internet. Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan.
Di bawah ini saya akan jelaskan dampak-dampak positif maupun negatif dari penggunaan internet.
Dampak Positif:.
Internet sekarang ini merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari peradaban manusia. Contohnya sekarang ini,kita sangat bergantung pada tehnologi ini.Apapun kita bisa lakukan di internet,misalnya: cari tugas, cari teman, baca berita di internet, liat tv bisa di internet, bahkan kejahatan pun sekarang bisa lewat internet. Dampak internet terbagi 2,yaitu positif dan negatif. Tergantung dari penggunanya itu sendiri yang menggunakan internet untuk apa dan bagaimana penggunaannya.
            Dampak positif: untuk mencari bahan-bahan tugas,referensi,pertemanan,informasi-informasi yang dapat menambah pengetahuan, bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain, kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
Dampak negatif :
seperti cyber crime yaitu kejahatan yang dilakukan seseorang dengan sarana internet, bentuknya seperti Hacking, Cracking.Pornografi :internet adalah informasi yang sangat mudah kita dapatkan,terutama pornografi yang sangat merajalela dan bisa diakses oleh siapapun dan dimanapun.Dengan mudahnya pornografi diakses,maka berakibatkan seseorang untuk bertindak kriminal.Perjudian,Penipuan dll.
Dampak Negatif Pornografi, Banyak orang yang beranggapan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Violence and Gore Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu. Penipuan Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut. Carding Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka. Perjudian Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
Ada beberapa hal yang Merubah kehidupan masyarakat dari lahirnya internet
1. Dunia Usaha
Mungkin sebelum lahirnaya Internet, orang-orang sulit mendapatkan informasi ataupun membuka lapangan pekerjaan, tp dengan adanya internet ini, banyak pengusaha-pengusaha baru yang lahir dan berkembang dan jenis perdagangan yang muncul dari internet.
2.Semua bisa menjadi sumber informasi
Pada saat ini, setiap orang dapat dengan mudah untuk menjadi sumber ataupun mencari sumber informasi, karena tak terbatasnya jaringan komputer yang terkoneksi dengan komputer lain.
3.Kejahatanbaru
Para ahli hukum harus bekerja lebih keras dalam mendeskripsikan suatu kesalahan seseorang karena kejahatan yang dilakukan melalui internet belum dapat didefinisikan, contoh seorang Cracker (Hacker dalam pengertian negatif..red) mengambil data orang lain. Apakah dia dapat dikategorikan penjahat/maling? Padahal kalau maling harus ada saksi dan bukti. Dan masih banyak contoh lain yang sering kita temui
3.                  Jelaskan karakteristik yang melekat pada ‘New Media’ !
Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali memiliki karakteristik yang dapat dimanipulasi, serta memiliki 3 karakteristik utama, yaitu integrasi, interaktif, dan digital. New media bersifat jaringan, padat, mampat, dan tidak memihak.
Menurut Feldman, New Media memiliki lima karakteristik, yaitu :
Pertama, media baru mudah dimanipulasi. Hal ini sering kali mendapat tanggapan negatif dan menjadi perdebatan, karena media baru memungkinkan setiap orang untuk memanipulasi dan merubah berbagai data dan informasi dengan bebas.
Kedua,  media baru bersifat networkable. Artinya, konten-konten yang terdapat dalam media baru dapat dengan mudah dishare dan dipertukarkan antar pengguna lewat jaringan internet yang tersedia. Karakteristik ini dapat kita sebut sebagai kelebihan, karena media baru membuat setiap orang dapat terkoneksi dengan cepat dan memberi solusi terhadap kendala jarak dan waktu antar pengguna.
Ketiga, media baru bersifat compressible. Konten-konten yang ada dalam media baru dapat diperkecil ukurannya sehingga kapasitasnya dapat dikurangi. Hal ini memberi kemudahan untuk menyimpan konten-konten tersebut dan men-sharenya kepada orang lain.
Keempat, media baru sifatnya padat. Dimana kita hanya membutuhkan space yang kecil untuk menyimpan berbagai konten yang ada dalam media baru. Sebagai contoh, kita hanya memerlukan satu PC yang terkoneksi dengan jaringan internet untuk dapat menyimpan berbagai informasi dari berbagai penjuru dunia dalam PC tersebut.
Kelima, media baru bersifat imparsial. Konten-konten yang ada dalam media baru tidak berpihak pada siapapun dan tidak dikuasai oleh segelintir orang saja. Karena itulah media baru seringkali disebut sebagai media yang sangat demokratis, karena kapitalisasi media tidak berlaku lagi. Setiap orang dapat menjadi produsen dan konsumen secara bersamaan dan setiap pengguna dapat berlaku aktif disana.
4.                  Beri deskripsi mengenai tahap perkembangan kajian mengenai ‘ media’ dan ‘community
Dengan perkembangan teknologi rekaman video portabel dan sistem distribusi televisi kabel pada akhir tahun 1960 dan awal 1970-an ada dorongan yang menarik untuk dikembangkan secara geografis. Penggunaan alat elektronik dalam banyak hal adalah perpanjangan teknologi mesin cetak yang memperkenalkan satu dekade sebelumnya selama tahun 1960 ketika budaya dan politik kelompok mendirikan surat kabar sendiri yang dikenal sebagai pers bawah tanah. Media dalam konteks ini diciptakan media komunitas dan mengacu pada berbagai macam bentuk dimediasi komunikasi, misalnya media elektronik seperti radio dan televisi, media cetak seperti koran dan majalah dan inisiatif jaringan elektronik yang kemudian merangkul karakteristik baik tradisional media cetak dan media elektronik. Anggota masyarakat umumnya terlibat dalam kegiatan dan mengontrol dari hari ke hari serta masalah kebijakan jangka panjang. Beberapa ulasan tentang bagaimana kelompok ini dimanfaatkan media elektronik skala kecil ini dimaksudkan untuk tujuan budaya dan politik. Studi Eropa suara ini rakyat yang dilakukan selama tahun 1970 dan 1980 dikumpulkan dalam sebuah antologi mendokumentasikan perkembangan dan dampak. Kadang-kadang media berorientasi dengan masyarakat baru yang dimaksudkan hanya untuk menginformasikan kejadian yang terjadi pada audiens. Mereka berusaha untuk memobilisasi warga dalam upaya pembawa perubahan dan perbaikan. Tujuan emansipatoris yang tertanam dalam pemrograman stasiun yang menunjukkan bahwa penggagas media komunitas yang berlebihan untuk mengekspresikan diri melalui media - Prehn (1992). Perhitungan ini sulit untuk dipertahankan tingkat produksi pemrograman jadwal siaran dan menyebabkan pembentukan struktur organisasi profesional bertentangan dengan tujuan yang berorientasi dengan masyarakat asli. Warisan gelombang ini adalah kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat dan media campuran yang aspirasinya tetap utuh, tetapi hasil untuk mencapai suara dapat dijangkau khalayak. Kepedulian dengan media komunitas di daerah-daerah dapat diperoleh kembali dengan minat serta diinspirasi oleh diskusi media warga yang diprakarsai oleh Rodriguez (2001) dan media alternatif yang diuraikan oleh Atton (1999).
5.                  Apa yang dimaksud dengan ‘virtual community’; siapa yang mencetuskan pertama kali istilah ini?
Porter  mendefinisikan virtual community (komunitas virtual) sebagai sekumpulan individu atau rekan bisnis yang berinteraksi seputar minat yang sama, di mana interaksi ini didukung dan dimediasi oleh teknologi dan diatur oleh beberapa moderator ataupun aturan tertentu. McQuail mengutip Lindlof dan Schatzer (1998) mengatakan bahwa virtual community terbentuk karena adanya orang yang memiliki kesamaan minat dan sering berinteraksi satu sama lain. Virtual community ini dapat terbentuk dari berbagai media sosial dan jejaring sosial misalnya, Facebook.
Menurut Yap dan Bock seperti dikutip dalam Akkinen, komunitas virtual berada di dalam internet dan memiliki aktivitas yang didukung dengan komputer berteknologi informasi. Komunitas virtual menfokuskan diri di dalam komunikasi dan interaksi yang dibentuk oleh partisipasi dan mengkhususkan pada hubungan antara anggota di dalam komunitas virtual dan peran dari teknologi informasi.
Lebih banyak orang menggunakan internet untuk berpartisipasi di dalam komunitas virtual dibandingkan dengan yang melakukan transaksi pembelian (Horrigan. Bahkan menurut Horrigan, sebanyak 84% pengguna internet telah melakukan kontak dan berpartisipasi di dalam komunitas virtual. Pertumbuhan menjadi anggota komunitas virtual dan penggunaannya akan terus berlanjut (Bressler&Grantham. Popularitas dari komunitas virtual merefleksikan fakta bahwa individu menggunakan teknologi baru seperti internet untuk memuaskan kebutuhan sosial dan ekonominya (Wind dan Mahajan).
Individu menggunakan komunitas virtual sebagai transaksi untuk membeli, menjual, ataupun belajar lebih mengenai produk dan servis (Hagel & Armstrong). Komunitas virtual dapat digunakan untuk mendiskusikan minat, membangun relasi sosial, dan mengeksplor identitas baru.
Pada akhirnya, komunitas virtual juga dapat menfasilitasi hubungan yang kuat antara perusahaan dan pelanggannya. Keinginan pelanggan untuk berpartisipasi dapat menstimulasi mereka untuk dapat kembali melihat komunitas, dan perilaku di antara pelanggan ini dapat berujung pada kelekatan dengan komunitas tersebut. Anggota dari komunitas virtual dapat menjadi pelanggan yang loyal.
6.                  Perbedaan komunitas virtual dan komunitas organic?
Karakteristik komunitas virtual diantaranya jika dilihat dari komposisi dan aktifitasnya komunitas ini memiliki keanggotaan yang renggang dan biasanya hanya melakukan aktifitas yang bersifat khusus atau tertentu saja sedangkan komunitas organik dalam komposisi dan aktifitasnya ikatan kelompoknya itu berdasarkan dari umur missal sepantaran dan kegiatan atau aktifitasnya berupa beberapa aktifitas. Jika dilihat dari struktur organisasinya komunitas virtual bersifat tidak terikat waktu dan tempat melainkan bisa dilakukan dimana saja, kapan saja karna sifatnya menggunakan media online dan symbol dari komunitas ini adalah CMC, dengan symbol ini komunitas ini lebih cepat mendapatkan informasi dengan kecanggihan teknologi yang tersedia sehingga bisa dikatakan memiliki pengaruh besar bagi kehidupan nyata dalam masyarakat karna mencakup hampir semua kegiatan bidang sosial, ekonomi, politik, budaya, spiritual bisa dilakukan melalui layar virtual, seperti kata Rheigold yang mengatakan bahwa “komunikasi virtual melakukan kegiatan yang hampir semua orang lakukan namun hanya meninggalkan tubuh kita (1993 : b.3) “. Sedangkan dalam komunitas organik struktur organisasinya bersifat terikat pada waktu dan tempat. Jika dilihat dalam konteks bahasa dan interaksi hanya komunitas organik saja yang bisa melakukan konteks verbal dan non verbal karena sifatnya yang nyata. Kemudian dilihat dari budaya dan identitas komunitas virtual sifatnya heterogen sedangkan komunitas organik lebih bersifat homogen.

7.                  menurut anda agenda riset apakah yang menarik terkait isu komunitas dengan media baru yang digunakan?
Agenda riset yang menarik terkait “isu komunitas dengan media baru yang digunakan” dalam hal ini dikatakan bahwa penelitian kualitatif atau penafsiranlah yang menonjol . Beberapa studi empiris disebutkan atau disajikan sebelumnya dalam karakteristik fitur bab klasik studi masyarakat lapangan . Pendekatan kuantitatif juga diwakili dalam pekerjaan saat ini , schneiner (1997 ) penyusunan Tugas debat publik usenet newsgroup merupakan analisis kuantitatif canggih dari tubuh yang sangat besar pesan . Hampton ( 2001) menggunakan penelitian survei dan analisis jaringan dalam contex dari studi lapangan sosiologis . Secara umum , minat dalam penelitian survei online substansial . Teks besar pertama pada metode ini telah muncul ( Dillman , 2000) dan telah terjadi berbagai artikel jurnal . Yang hanya masalah waktu sebelum alat koleksi data ini diaplikasikan untuk studi media baru dan komunitas .







 erkait “isu komunitas dengan media baru yang digunakan” dalam hal ini dikatakan bahwa penelitian kualitatif atau penafsiranlah yang menonjol . Beberapa studi empiris disebutkan atau disajikan sebelumnya dalam karakteristik fitur bab klasik studi masyarakat lapangan . Pendekatan kuantitatif juga diwakili dalam pekerjaan saat ini , schneiner (1997 ) penyusunan Tugas debat publik usenet newsgroup merupakan analisis kuantitatif canggih dari tubuh yang sangat besar pesan . Hampton ( 2001) menggunakan penelitian survei dan analisis jaringan dalam contex dari studi lapangan sosiologis . Secara umum , minat dalam penelitian survei online substansial . Teks besar pertama pada metode ini telah muncul ( Dillman , 2000) dan telah terjadi berbagai artikel jurnal . Yang hanya masalah waktu sebelum alat koleksi data ini diaplikasikan untuk studi media baru dan komunitas .